JawaPos.com – Seluruh wilayah Sumatera Barat (Sumbar) berpotensi bencana. Apalagi, daerah Minangkabau berada di patahan lempeng dan cincin api. Potensi gempa, tsunami hingga banjir dan longsor pun terus menghantui masyarakat setiap waktu.

Kepala BPBD Sumbar Erman Rahman mengatakan, Sumbar masih kekurangan Early Warning Sistem (EWS) atau alat pendekteksi dini bencana gempa dan tsunami. Paling tidak, kata Erman, Sumbar membutuhkan sebanyak 700 unit EWS.

“Sumbar punya 7 daerah yang persis berada di pesisir pantai. Dengan begitu, 1 daerah dipasangkan 100 unit EWS. Makanya kami perkiraan kebutuhan EWS Sumbar sekitar 700 unit,” kata Erman Rahman, Selasa, (5/3).

Saat ini, Sumbar sudah memiliki 106 EWS. Namun, tidak semua terdata dalam keadaan sehat. Soal perbaikan EWS ini, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan BMKG.

“Ada beberapa unit perlu perbaikan. Kalau tidak bisa diperbaiki, maka akan kami ganti,” katanya.

Selain itu, berkaitan dengan kebencanaan, Sumbar juga telah membentuk kelompok kerja (pokja) yang berkaitan dengan fisik yang dikomandoi Dinas PU Sumbar dengan memperkuat pembangunan shelter dan non fisik dibawah Koordinator BPBD Sumbar.

“Kami dari BPBD Sumbar peningkatan kapasitas, pelatihan, sosialisasi dan simulasi bencana terhadap masyarakat,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Padang Panjang, Irwan Slamet mengatakan, Sumbar merupakan projek percontohan dalam menghadapi bencana. Maka berbagai peralatan akan ada di Sumbar dari berbagai merek dan bantuan dari berbagai negara.

“Kita sukses, semua daerah rawan bencana juga sukses. Akan ada lebih dari 100 alat di Sumbar dari berbagai merek untuk mitigasi bencana,” ujarnya saat itu. 

Editor           : Yusuf Asyari

Reporter      : Riki Chandra