alexametrics
21.8 C
Malang
Sunday, 14 August 2022

TAG

Jimat

Jimat (13)

Malam hari seusai Isya, Kang Jibrat dan Lik Cabak datang bertamu ke rumah saya.

Jimat (12)

“Jadi, yang nyemplung sumur itu Bragalba?”

Jimat (11)

“Anu, Pak, ada orang nyemplung ke sumurnya Kang Mustopo.”

Jimat (10)

Dengan latar kehadiran Bragalba yang tak diundang dan keberadaan ketiga benda pusaka yang memiliki daya gaib itu, saya mestinya berhati-hati dalam menyikapi benda-benda tersebut.

Jimat (9)

Entah apa yang terjadi, setelah saya menyimpan ketiga benda ini mendadak saya bagai tersadar dari tidur.

Jimat (8)

“Kalau menurut mimpi sampeyan pusaka ini cocok untuk saya, berapa kira-kira mas kawinnya?”

Jimat (6)

Jual beli surat kuasa Jugun Ianfu ini jelas merupakan suatu usaha penipuan bagi mereka yang paham dan menggunakan akal sehat.

Jimat (5)

Penjelasan Kang Karnen tentang komisi yang diperolehnya itu, ternyata menyulut kembali semangat saya untuk makin tekun mendalami “bisnis” benda-benda langka. Sebab, menurut pikiran saya, komisi yang telah diperoleh Kang Karnen itu menunjukkan bahwa perdagangan benda-benda tersebut bukan omong kosong belaka. Apalagi, dalam setiap pembicaraan dengan para calo yang lain maupun pemilik barang, benda-benda langka itu seolah-olah memang merupakan pesanan seorang pejabat tinggi di Jakarta atau keluarga Sultan Brunei Darussalam.

Jimat (4)

Saya harus mengorbankan jam mengajar saya di sekolah. Ya, sudah dua bulan ini saya mulai sering meninggalkan jam sekolah tanpa izin.

Jimat (3)

Saya memutuskan untuk menambah penghasilan dengan ikut-ikutan kawan sesama guru yang ngojek tetapi melakukan usaha lain yang menurut logika memang sudah tidak rasional

Latest news

- Advertisement -spot_img
/