alexametrics
33C
Malang
Sunday, 18 April 2021

TAG

masalah rumah tangga

Balada Anggota PPK

MALANG KOTA – Baru menjalani hubungan percintaan selama satu tahun dengan Markonah, 22, Markucel, 23, warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, sudah dipusingkan dengan alat kecil bernama test pack. Ya, beberapa bulan yang lalu kekasihnya itu diketahui positif hamil. Dia yang menjadi lawan main Markonah kerap dituntut pertanggungjawabannya.

Akhiri Derita Punya Suami ’Karet’

MALANG KOTA - Lidah memang tak bertulang, tapi terkadang bisa lebih tajam daripada pisau. Ungkapan itu agaknya bisa mewakili perasaan Markonah, 23, warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Pasangannya, Markucel, 22, memang dikenal sebagai pria karet (kasar dan cerewet). Hal itu kerap membuat Markonah merasa tersiksa.

Nasib Punya Suami TTD

MALANG KOTA - Air susu dibalas dengan air tuba. Peribahasa itu agaknya tepat menggambarkan nasib yang dialami Markonah, 26, warga Kecamatan Sukun, Kota Malang. Beberapa tahun menjadi istri Markucel, 30, warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, selama itu pula dia banyak mengalah. Salah satunya dia lakukan dengan rela bekerja menjadi tenaga kerja wanita (TKW).

Rumah Tangga Buyar Akibat UKM

MALANG - Biduk rumah tangga Markonah, dan Markucel, warga Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, hanya bertahan 3 tahun. Gara-gara usia yang masih muda saat memutuskan menikah, emosi Markonah menjadi sulit dikontrol. ”Saat itu dia (Markonah) memang menikah di usia yang sangat muda, kalau tidak salah 19 tahun,” terang narasumber koran ini yang tak ingin namanya disebut.

Nasib Istri ”Bang Toyib”

MALANG KOTA – Sesuatu yang diawali dengan hal buruk biasanya juga akan berakhir serupa. Kisah rumah tangga Markonah, 17, dan Markucel, 24, warga Kecamatan Sukun, Kota Malang, ini bisa jadi contohnya. Pernikahan keduanya dimulai dari sistem down payment (DP) pada awal Maret 2019 lalu. Adanya calon buah hati membuat Markucel mau tidak mau harus menikahi Markonah.

Selingkuh No, Cerai Yes

MALANG – Usianya baru 30 tahun, namun Markucel, warga Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang ini tercatat sudah 3 kali menikah. Dia mengakui bila dirinya adalah lelaki TMP (Tidak Mudah Puas). Karakter itulah yang kerap menjadi batu sandungan baginya untuk membina biduk rumah tangga.

Balada Nasib Perempuan STM

MALANG KOTA – Jika hubungan rumah tangga tak bisa lagi dipertahankan, sudah sepatutnya mengurus perceraian ke pengadilan agama (PA). Bila tidak, apa yang dialami Markonah, 42, warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, ini bisa terjadi lagi. Dia yang ingin menikah lagi diketahui mengalami kesulitan. Sebab, perpisahannya dengan Markucel, 48, belum sah di mata negara. ”Karena dulu saya tidak mikir sejauh ini, tidak mikir kalau akan menikah lagi,” terang Markonah pada koran ini beberapa waktu lalu.

Gara-Gara Pesan Berbalas Mesra

KOTA BATU – Markucel, 35, warga Kecamatan Batu, Kota Batu, ini mengaku menyesal telah menikah dengan Markonah, 35, sesama warga Kota Batu. Padahal, keduanya diketahui sudah 13 tahun menjalani kehidupan rumah tangga. Kebersamaan keduanya mulai memudar setelah Markucel melihat isi handphone Markonah. Di sana dia mengetahui bila sang istri kerap berbalas pesan mesra dengan laki-laki lain.

Akhir Drama Rumah Tangga ’PNS’

MALANG - Sejak Oktober 2020 lalu, Markonah, 44, warga Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang sudah pisah ranjang dengan Markucel, 55. Momen itu bertepatan dengan gugatan cerainya ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang. Keputusan tersebut diambilnya setelah Markonah kehilangan kesabarannya.

Rumah Tangga Bubrah Gegara Karaoke

ALANG KOTA – Beban pikiran Markucel, 41, warga Kecamatan Klojen, Kota Malang, langsung berkurang setelah resmi bercerai dengan Markonah, 39. Keduanya diketahui menikah pada 1998 silam. Beberapa tahun hidup berdua, Markucel awalnya tak menyadari borok istrinya itu. Baru pada Januari 2016, dia sadar bila Markonah adalah anggota PKS (Penghuni Karaoke Syur).

Latest news

- Advertisement -