PAKISAJI – Perajin topeng Malangan tak hanya dituntut pawai mengukir agar menghasilkan karya yang bagus. Mereka juga harus mempelajari detail karakter masing-masing tokoh yang dibuat. Apakah tokoh tersebut masuk kategori protagonis maupun antagonis.

Hal itu dijelaskan Edi Widodo, perajin topeng di Padepokan Asmoro Bangun, Desa Kedungmonggo, Kecamatan Pakisaji. ”Biasanya kalau karakter protagonis, di bagian sampingnya itu ada ukiran bunga dan daun sulur,” terangnya.

Sedangkan untuk tokoh antagonis, jenis ukiran hiasannya adalah bentuk binatang seperti gajah dan lain-lainnya. ”Selain itu, ciri mencolok lainnya untuk tokoh antagonis adalah matanya pasti lebar,” ujarnya.

Menurut Edi, dibutuhkan waktu hingga tiga hari untuk menyelesaikan pengerjaan beberapa topeng Malangan. Mulai dari awal bahan kayu sengon dibelah, dibuat, diukir, hingga proses finishing. ”Kalau yang ingin disentuh awal proses bagian hidung, ya yang dikikis bagian atasnya dulu,” kata perajin dari sanggar yang dipimpin Handoyo ini.

Pewarta : Mohammad Badar
Foto : Rubianto
Copy editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Ahmad Yani