Dewanti Rumpoko

KOTA BATU – Permudah layanan pengelolaan keuangan desa, Pemerintah Kota Batu terapkan sistem keuangan desa (Siskeudes) versi 2.0. Penerapan sistem itu dirasa akan mengakomodir semua keperluan desa di wilayah Kota Batu.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menyatakan program Siskeudes versi 2.0 akan membuat program – program di setiap desa terealisasikan dengan baik.

“Karena dengan online ini Desa sudah tdak perlu repot lagi dalam pelaporan, program juga semakin terarah dan terealisasi dengan baik. Dan tidak akan ada lagi masalah – masalah hukum karena semua sudah sesuai dengan ketentuan,” ujarnya, saat ditemui di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Selasa (19/3).

Namun itu semua tidaklah mudah, setiap desa yang awalnya harus mengerjakan secara manual harus beralih ke sistem digital. Karenanya, Budhe (sapaan akrabnya) mengharapkan setiap desa bisa menggaet pemuda – pemuda di wilayahnya masing – masing untuk menata manajemen agar desa mandiri dan berdaya.

“Tahun ini kan insyaallah Online Sekua, dan Siskeudes ini harus dilaksanakan. Perubahan yang tadinya manual kemudian harus beralih ke komputerisasi dan sudah pakem. Akan lebih maksimal jika setiap Desa mau mengangkat pekerja pemuda terlebih yang bergelar sarjana di wilayahnya masing – masing untuk penataan manajemennya,” imbuhnya.

Apalagi, APBD Kota Batu senilai Rp 1 triliun itu 10 persennya dibagikan ke 19 desa di wilayah Kota Batu. Artinya rata – rata dana yang dikelola sebuah desa di Kota Batu paling rendah bernilai Rp 4 miliar paling tinggi Rp 10 miliar tergantung luas dan jumlah penduduknya.

Dengan sistem siskeudes versi 2.0 ini diharapkan bisa semakin mempermudah pengelolaan keuangan di masing – masing wilayah. “Kita ingin baik perencanaan maupun pelaporan keungan itu dikelola dengan benar. Dengan sistem ini semuanya kita harapkan lebih mudah dan terarah,” pungkasnya.

Pewarta: Arifina
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto: Arifina