JawaPos.com  –  Sejumlah kegiatan dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun BUMN ke-21. Mulai dari jalan santai, khitanan, sembako gratis dan masih banyak lagi. Kegiatan itu dilakukan, sebagai moment BUMN untuk berbagi dengan masyarakat.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, kegiatan ini dilakukan tak lepas dari keuntungan BUMN yang semakin membaik.” Jadi memang, ini ulangtahun yang cukup berarti.  Udah dewasa dan kami dan keuntungannya membaik terus. Aset kami sudah diatas Rp 8 ribu triliun,” ujar Rini di Tebingtinggi, Sumatera Utara, Minggu (24/3).

Kegiatan BUMN Berbagi ini  kata Rini, sudah dilakukan sejak minggu kedua bulan Maret. SeluruBUMN ikut serta dalam kegiatan ini seperti, INALUM, Jasa Marga, Jasa Raharja, Pertamina, PTPN, dan lainnya.

Penyerahan paket sembako di Terminal Tebingtinggi oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama Perusahaan di bawah naungan BUMN. (Budi Warsito/JawaPos.com)

Selain asetnya yang meningkat, saat ini keuntungannya yang diraih BUMN pun mencapai target. Dari hasil audit tutup buku 31 maret, keuntungan yang diraih BUMN diatas Rp 190 triliun. “Jadi sangat besar pertumbuhannya. Sebetulnya targetnya itu sampai akhir 2019 mencapai Rp 180 triliun. Ternyata di 2018 sudah bisa mencapai target,” beber Rini.

“Jadi karena itu kami berbagi. Programnya, bantu anak yatim, khitanan, pasar pangan murah. Produknya BUMN, jadi dengan harga sangat murah. Satu kantong Rp 50 ribu,” imbuhnya.

Di Sumut,  PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) INALUM dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersinergi untuk menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada warga Kota Tebing Tinggi.

Direktur Utama INALUM, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa, selain meningkatkan kesejahteraan, rangkaian kegiatan ini juga dilakukan untuk mengembangkan perekonomian masyarakat.

“Pada HUT ke-21 Kementerian BUMN ini kami melaksanakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan perekonomian masyarakat di sekitar perusahaan. Khususnya di Tebing Tinggi yang memiliki hubungan historis dengan INALUM sejak awal konstruksi di tahun 1970-an dan tentunya hal ini juga selaras dengan program BUMN Hadir Untuk Negeri,” jelas Budi.

Selain itu, pada tahun 2018, INALUM telah berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari realisasi dana PKBL dan CSR yang telah disalurkan pada tahun 2018 sebesar Rp 29 Miliar.

Program rutin seperti pengobatan gratis, perbaikan sarana ibadah, pembuatan sumur bor, pembuatan posyandu, bantuan meubelier dan sarana pendidikan untuk sekolah-sekolah di sekitar Perusahaan masih tetap terus dijalankan oleh INALUM sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Dalam rangka pelestarian alam, INALUM bersama dengan PT Inhutani IV (Persero) dan LSM melakukan penghijauan dengan menanam pohon sebanyak 450 Ha lahan kritis di sekitar Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba.

Selain itu, dalam perayaan hari besar keagamaan pada tahun 2018, INALUM juga telah menyalurkan Sembako Gratis pada Bulan Ramadhan sebanyak 5.000 paket di 10 Kabupaten/Kota dan 3 wilayah pengembangan INALUM, sedangkan untuk natal INALUM akan kembali melaksanakan program sembako gratis seperti tahun-tahun sebelumnya.

Selain Menteri BUMN, turut hadir dalam acara ini adalah Wali Kota Tebing Tinggi, Sekretaris Kementerian BUMN, Deputi Bidang Usaha Pertambangan Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Jajaran Direksi INALUM, Jajaran Direksi Jasa Marga, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) serta Direktur Utama PT PTPN II (Persero).

Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi yang ditemui mengucapkan terimakasihnya kepada Kemterian BUMN dan semua perusahaan BUMN yang ikut ambil bagian dalam kegiatan itu. “Kita bersyukur kepada Allah SWT, kami ucapkan terimakasih. Semoga BUMN terus membangun negeri,” ujarnya.

Ia juga berterimakasih atas dioperasionalkannya ruas jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi (MKTT) Seksi 7. “Kita menyatakan transportasi dari Medan ke Tebing dan dari Tebing ke Medan akan lebih mudah dan jarak tempuh lebih cepat sekitar 30 hingga 35 menit. Tentunya, sangat memudahkan transportasi, distribusi barang? dari Medan ke Tebing. Kita harapkan Tebing sebagai satelit penghuhung. Kemudian, menumbuhkan ekonomi kreatif. Sehingga bisa dirasakan Kota Tebingtinggi barang yang dibutuhkan orang banyak mudah di dapat,” tandasnya.

 

Editor           : Budi Warsito