MALANG Kebutuhan benih kedelai nasional yang cukup tinggi membuat Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) kerja ekstra. Tak hanya memanfaatkan lima kebun percobaan, tapi juga bermitra dengan petani.

”Akhir 2018 lalu, pemerintah pusat memberikan instruksi penyediaan 100 ton benih kedelai,” ungkap Manajer Kendali Mutu Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS) Agro Inovasi Akabi Didik Sucahyono SP MP, kemarin (28/1).

Artinya, Didik menjelaskan, tahun 2019 ini pihaknya harus bisa memproduksi benih kedelai sebanyak 100 ton. Dan menurut dia, itu memang cukup berat. Karena selain target dari pusat, pesanan dari petani juga besar. Per 28 Januari kemarin saja, telah ada permintaan sebanyak 80 ton. ”Kalau hanya mengandalkan lima kebun percobaan yang dimiliki Balitkabi, jelas target itu sulit terpenuhi,” terang dia.

Lima kebun percobaan yang dimaksud Didik tersebar di Kendalpayak (19,9 hektare), Kepanjen (11,1 hektare), Probolinggo (18,5 hektare), Banyuwangi (31 hektare), dan Ngawi (48,12 hektare). Jika ditotal, mencapai 128 hektare. Karenanya, langkah bermitra dengan petani menjadi pilihan untuk mengejar sasaran. ”Agar kualitas yang dihasilkan sesuai dengan standar, kami tetap mengendalikan. Mulai benih, masa tanam, problem, hingga pascapanen,” kata Didik.

Manajer pemasaran UPBS Agro Inovasi Akabi Sri Wahyuningsih menambahkan, saat ini benih tersedia dikisaran 2–3 ton. Awal Januari lalu, telah keluar sekitar 1,5 ton. ”Maret mendatang, telah dipesan lagi 10 ton,” ucapnya.

Pemesanan itu berasal dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Balai Benih Induk, dan para penangkar benih skala besar.  

Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Nenny
Fotografer          : Nenny Fitrin