Ma

jpnn.com, JAKARTA – Konsep Arus Baru Ekonomi Indonesia akan menjadi way out terbaik di masa depan. Arus ini mengedepankan ekonomi berkeadilan sebagai pondasinya.

Formulasi tersebut menjadi gagasan Cawapres 01 KH Ma’ruf Amin (KMA) dan mendapat apresiasi dari Tanri Abeng.

Pujian Menteri Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Presiden BJ Habibie itu diberikan saat bertandang ke rumah KMA, Selasa (12/2) di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta.

“Ada banyak inspirasi dari pertemuan dengan Pak Kyai. Kami membahas konsep ekonomi yang ideal bagi Indonesia ke depan. Sekarang yang terpenting itu bagaimana cara memeratakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dengan begitu, kesenjangan ekonomi akan berkurang signifikan,” ungkap Tanri Abeng.

Bertemu KMA, Tanri Abeng mengenalkan formulasi membangun Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) yang sudah disiapkan sejak 5 tahun lalu.

Secara umum, BUMR sangat membuka peluang bagi usaha kecil-menengah menjadi konsep korporatisasi. Setelah berskala, usaha kecil-menengah ini bisa bersinergi dengan sistem lebih besar.

“Pak Kyai memiliki konsep Arus Baru Ekonomi Indonesia, saya punya BUMR. BUMR ini merupakan korporatisasi sebenarnya usaha-usaha kecil-menengah. Koperasi juga bisa masuk di dalamnya. Nantinya setelah berskala, usaha-usaha ini bisa bekerjasama dengan usaha besar,” papar Tanri Abeng.

Konsep Arus Baru Ekonomi Indonesia memiliki dasar keadilan yang kuat. Dan, ekonomi berkeadilan ini juga menjadi inti dari konsep BUMR yang dikenalkan Tanri Abeng.

“Ternyata Pak Kyai sudah menulis buku dengan inti keadilan ekonomi. Keadilan itu inti dari BUMR ini. Sebenarnya tidak ada negara yang berkesinambungan dengan tanpanya keadilan itu. Untuk itu, ekonomi Indonesia harus berkeadilan. Konsep ini sudah dimiliki oleh Pak Kyai. Hal ini tentu akan bagus bagi Indonesia ke depannya,” tandas Tanri Abeng.(chi/jpnn)