JawaPos.com- Isu adanya warga yang hijrah ke Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Fallahil Mubtadiin (MFM), Kasembon, Kabupaten Malang gara-gara kiamat, telah dibantah oleh sang Pengasuh KH Muhammad Romli Soleh atau Gus Romli. Para santri yang mendadak mondok di sana lantaran ingin mengikuti program menyongsong meteor sekaligus mendalami ilmu agama.

Gus Romli mengatakan, ada oknum yang sengaja menyebarkan fitnah menjurus hoax terkait kiamat. Dia menduga, yang menyebarkan informasi soal kiamat itu adalah seorang kiai dari Krenceng, Kepung, Kediri.

Selama ini, Gus Romli mengaku tidak pernah mengeluarkan fatwa kiamat sudah dekat. Dia hanya mengaji di hadapan para santrinya. Tidak ada yang membawa keluar ajaran tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Fallahil Mubtadiin (MFM) KH Muhammad Romli Soleh atau Gus Romli (Fisca Tanjung/ JawaPos.com)

“Bisa jadi keluar ini karena ulahnya si Kiai Ashari dari Krenceng, Kepung. Dia (Kiai Ashari) yang membuat fitnah. Katanya saya mengubah syariat Islam, katanya saya beri fatwa kiamat, terus disuruh menjual aset. Itu hoax semua. Itu fitnah,” tegasnya saat ditemui JawaPos.com, Kamis siang (14/3).

Dia sendiri mengaku tidak mengenal sosok Kiai Ashari. Gus Romli juga mengklaim bahwa Kiai Ashari bukan muridnya.

“Dia ini dosen di Stisfa (Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Faqih Asy’ari) Sumbersari. Dia termasuk Ketua Aswaja NU Centre kalau nggak salah,” ungkapnya.

Selain diserang hoax fatwa kiamat, Gus Romli juga dituding menipu. Disebutkan bawa dirinya menjual pedang seharga Rp 1 juta untuk persiapan huru hara.

Dia juga dituduh memanfaatkan para santrinya untuk berswafoto bersama dirinya. Foto itu dikomersilkan. Para santri diminta membayar sejumlah uang.

Gus Romli menegaskan bahwa itu semua adalah fitnah.

“Katanya saya menjual pedang Rp 1 juta, itu juga fitnah. Foto Rp 1 juta itu tidak ada. Saya nggak pernah menjual foto, yang jual itu pondok dan itu hasil (penjualan) foto itu untuk pondok. Ketika saya tanya, dijual Rp 250 ribu dengan ukuran besar plus pigura lengkap,” paparnya.

Menurutnya, merupakan hal yang wajar bila jamaahnya secara sukarela membeli foto dirinya. “Saya ini mursidnya. Di tarekat-tarekat lainnya, mereka ingin punya foto bersama mursidnya,” ungkapnya.

Gus Romli mengaku sudah mengutus santrinya untuk mendatangi Kiai Ashari. Tujuannya untuk mengklarifikasi dan menayakan alasan penyebaran semua isu miring terhadap yang bersangkutan.

“Jamaah saya sudah bertanya ke sana (Kediri). Dia (Kiai Ashari) sudah ngakoni (mengakui). Ditanya, katanya itu bukan untuk disebar, itu di-share ke grup terbatas, tapi nggak tau kok bisa nyebar ke seluruh Indonesia. Alasannya begitu,” papar alumnus Lirboyo tersebut.

Editor           : Dida Tenola

Reporter      : Fiska Tanjung