JawaPos.com – Konflik internal antara koalisi pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memulai babak baru. Partai Demokrat menuding Sandiaga pernah menjanjikan banyak hal kepada partainya. Namun, mereka enggan membeberkan ihwal janji apa yang sampai sekarang belum juga terealisasi tersebut.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Sandiaga mengakui memang pernah menjanjikan sesuatu kepada Partai Demokrat. Janji itu, kata dia, tak lain untuk membantu meningkatkan kekuatan elektoral partai berlambang bintang mercy tersebut.

“Saya (memang) hadir dalam pertemuan antara SBY, AHY, dan Prabowo. Kami berjanji berkampanye sama-sama membesarkan. Jadi, kami ingin Demokrat juga besar,” kata Sandiaga di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/11).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu telah memegang komitmen untuk membawa seluruh partai koalisinya mendapatkan efek ekor jas (coat-tail effect) di Pileg 2019. Jadi, bukan hanya Partai Gerindra saja yang mendapatkan keuntungan dari koalisi ini.

“Partai lain PAN, PKS, Demokrat, juga Berkarya, sama-sama mendapatkan kursi yang baik dan banyak di DPR,” tuturnya.

Atas dasar itu, suami dari Nur Asia Uno itu tengah menyusun formula agar seluruh partai politik mendapatkan keuntungan. Sandi memastikan, hubungan dengan Partai Demokrat telah berlangsung baik.

“Hubungan kami baik. Kemarin Pak SBY dan jajarannya sibuk menyiapkan (pencalegan) tanggal 10-11 November. Ke depan kami menyusul jadwalnya (kampanye bersama),” pungkasnya.

Sebelumnya, Putu Supadma Rudana selaku Juru Bicara Kogasma Partai Demokrat bercerita mengenai pertemuan antara Ketua Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sandiaga Uno di Jakarta pada Senin (12/9) lalu. Kala itu, dia mengklaim mantan Sandiaga menjanjikan banyak hal kepada AHY. Hal itu pun disaksikan langsung oleh SBY dan Prabowo Subianto.

“Setelah berjanji banyak hal, Sandiaga Uno meminta kesediaan Mas AHY untuk ikut bersafari dengan Sandiaga Uno. Mas AHY menyanggupi tetapi tidak ditentukan waktunya kapan,” tuturnya.

“Hingga hari ini, Mas Sandiaga Uno bukan hanya tidak ada itikad baik untuk menepati janji-janjinya itu, tetapi juga tidak pernah melakukan komunikasi lagi dengan Mas AHY,” sambungnya.

(sat/JPC)