Alun-alun Kota Batu.

KOTA BATU – Proyek pembangunan kereta gantung sebagai upaya pengembangan destinasi wisata di Kota Batu telah dicanangkan. Rencananya, proyek yang bakal menelan dana sekitar Rp 1 triliun tersebut akan masuk tahap pembangunan di tahun 2020 mendatang.

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu masih terus mengkaji konsep perencanaan pembangunan kereta yang bakal memanjang sejauh 8 km itu. Tapi, seperti apa ya pendapat warganya soal rencana proyek besar ini?

Rizqi Afrizal, salah satu warga Kelurahan Sisir Kecamatan Batu mengatakan, sudah mendengar rencana pembangunan Kereta Gantung sejak tahun sebelumnya. Ia hanya berharap ketika itu sudah terbangun, alat transportasi ini tidak hanya untuk wisata melainkan bisa sebagai pengalih transportasi bagi masyarakat umum.

“Asal safety dan benar – benar terjaga, ya setuju – setuju saja. Dan mudah – mudahan nggak cuma dipakai rekreasi, tapu memudahkan atau bida mengalihkan orang yang biasa memakai transportasi kendaraan roda 2 atau 4 dengan transportasi baru ini,” ungkapnya, Jumat (22/3).

Pendapat lainnya juga diungkapkan warga Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Arie Fitriyasih, yang merasa jika kereta gantung ada akan menambah keindahan tatanan Kota Batu. “Bagus ya, nantinya semakin banyak wisatawan yang datang. Kita pun sebagai warganya juga bisa ikut menikmati fasilitas itu,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo menambahkan, rencana pembangunan kereta gantung memang cukup menarik masayarakat. Namun, hal itu masih harus dikaji dengan matang agar semuanya bisa terselesaikan dengan baik.

“Ini salah satu program yang menarik bagi masyarakat, tapi tetap harus melalui kajian yang matang. Sehingga ketika anggarannya telah dipersiapkan, mau dilaksanakan dan diselesaikan kapa itu bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Pewarta: Arifina
Penyunting :Kholid Amrullah
Foto: Arifina