JawaPos.com – Usai peristiwa penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, teror penyerangan kepada pimpinan KPK kembali terjadi. Ancaman demi ancaman itu sudah menjadi tanggung jawab kepolisian untuk menyelidiki kasus hingga memberi jaminan keamanan bagi para penegak hukum antikorupsi.

Kasus penyerangan Novel Baswedan hingga kini belum terungkap dalang pelakunya, kini dua pimpinan KPK mendapatkan teror di kediamannya. Keduanya yakni Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif.

Tim gabungan kepolisian dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya pun dibentuk untuk memperketat penjagaan rumah yang turut mendapat teror. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pihak kepolisian masih intensif menyelidiki kasus ancaman bom molotov dan benda menyerupai bom rakitan. Ancaman itu terjadi di kediaman dua pimpinan KPK yakni di Kalibata Selatan, Jakarta Selatan dan di Jatimekar, Bekasi.

Metode penyelidikan dengan cara induktif dan deduktif pun dilakukan guna mengungkap para pelaku penyerangan terhadap rumah dua pimpinan KPK pada Rabu (10/1) kemarin.

Sejauh ini, polisi sudah memeriksa 12 saksi terkait kasus pelemparan dua bom molotov di kediaman Laode. Sementara untuk kasus penemuan tas berisi pipa paralon seperti bom rakitan yang dicantolkan di pagar rumah Agus Rahardjo, polisi sudah memeriksa 6 orang saksi.

“Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan, kemudian bukti petunjuk seperti CCTV yang merekam dua orang pengendara motor, sedang dilakukan penyelidikan,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Kamis, (10/1).

Memberikan jaminan keamanan para pimpinan KPK, polisi pun menjaga masing-masing rumah Agus Rahardjo dan Laode M Syarif. Di kediaman petinggi KPK itu, masing-masing dijaga enam personel kepolisian yang akan bertugas 24 jam. Petugas tersebut ada yang berseragam dinas juga berpakaian sipil.

“Kami memberikan jaminan keamanan kepada Ketua KPK dan wakil Ketua KPK. Patroli juga kami lakukan, di-back up Polres Jaksel dan Polres Bekasi. Kami beri pengamanan semuanya,” terang Argo.

Sebelumnya, dua petinggi KPK, Agus Rahardjo dan Laode M Syarif mendapat teror bom. Di kediaman Laode, benda yang dilemparkan berupa botol bersumbu berisi cairan bahan bakar (bom molotov). Sedangkan di rumah Agus Rahardjo, tas berisi benda menyerupai bom rakitan ditempatkan pelaku di pagar rumahnya di Jatimekar, Bekasi.

Editor           : Erna Martiyanti

Reporter      : Wildan Ibnu Walid