MALANG KOTA – Prestasi nasional diukir mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma). Mahasiswa yang tergabung dalam Simaya (Sipil Unisma Jaya) berhasil menjadi juara nasional pembuatan desain jembatan kayu pada ajang Politeknik Negeri Semarang (Polines) 9 Maret lalu. Tim dari kampus yang berada di Jalan MT Haryono ini menyisihkan 160 tim dari perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia.

Adalah Reza Dwi Cahyo dan Rifqi Nur Hanafi (keduanya mahasiswa semester VI Fakultas Teknik Sipil Unisma) yang menorehkan tinta emas tersebut. Sukses tersebut diraih dengan perjuangan keras. Karena pesaing terberatnya wakil dari Universitas Gadjah Mada Jogjakarta (UGM), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Reza Dwi Cahyo menjelaskan, proses pembuatan desain jembatan kayu itu selama dua bulan. Keunggulan desain jembatan itu terletak pada kekuatan dan bahan yang ringan. Juga efisien dari sisi pendanaan. ”Kami merakit jembatan seringan mungkin dan memiliki kekuatan yang kokoh. Jembatan tersebut tidak boleh lebih dari 30 gram dan harus mampu menahan beban sekuat-kuatnya,” imbuh mahasiswa asal Ambon tersebut.

Sementara sebelum masuk babak final, timnya diminta merakit jembatan dengan berat 30,2 gram dan harus mampu menahan beban hingga 71 kilogram. Saat final, aturannya lebih ketat sehingga dua mahasiswa asal Ambon dan Tulungagung ini harus merancang jembatan dengan berat 25,9 gram dan mampu menahan beban mencapai 47 kilogram.

Keunggulan jembatan miliknya terletak pada desain jembatan yang dinilai efisien. ”Sebelum membuat jembatan, kita buat model jembatan menggunakan aplikasi SAP 2000 di komputer dan melihat kekuatan struktur jembatan. Setelah itu kita lihat apa yang masih belum pas. Kegagalan strukturnya di bagian mana dan kita perbaiki sampai akhirnya menemukan desain terbaiknya,” jelasnya.

Pewarta               : mg2
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul Muntholib
Fotografer          : Baidawi