Proyek Tol Cikampek Disetop Demi Lancarkan Libur Nataru - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA – Jalan Tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro) direncanakan akan mulai dioperasikan pada bulan Februari 2019 ini. Beroperasinya Paspro akan memperpanjang Jalan Tol Trans Jawa hingga ke Kabupaten Probolinggo sebelah timur.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja mengungkapkan, awal minggu ketiga bulan Februari ini, Ditjend Bina Marga akan mengirimkan tim untuk merampungkan beberapa catatan sebelum dinyatakan laik fungsi untuk beroperasi secara penuh.

“Senin atau Selasa ini kami akan cek. Kalau beres, seharusnya bulan ini sudah bisa beroperasi,” kata Endra pada Jawa Pos.

Sebelumnya, Jalan Tol Paspro telah beroperasi sebagian. Yakni ruas Pasuruan-Grati sepanjang 14 kilometer. Sisa 17 kilometer akan memanjang ke timur hingga ke Kecamatan Leces di Kabupaten Probolinggo.

Direktur Utama PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol, Dwi Pratikno mengungkapkan, proses uji laik operasi sudah dilakukan sejak 14 Januari lalu dan saat ini melalui tahap-tahap final. Selama satu bulan setelah peresmian, ruas tol Paspro Seksi III dari Grati-Probolinggo akan beroperasi tanpa tarif alias gratis.

“Misalnya siap dioperasikan pertengahan Februari ini, tarifnya akan keluar sebulan setelahnya,” jelas Dwi. Meski demikian, 14 km ruas Paspro sebelah barat telah terlebih dahulu beroperasi dengan tarif setelah diresmikan oleh Presiden pada 20 Desember 2018 lalu.

Ruas Grati-Probolinggo akan memiliki 3 Gerbang Tol (GT), yakni GT Tongas, GT Probolinggo Barat, dan GT Probolinggo Timur. Pembangunan Jalan Tol Paspro dimulai dari seksi I Grati Pasuruan – Tongas, Seksi II Tongas – Probolinggo Barat dan Seksi III Probolinggo Barat – Probolinggo Timur, dengan panjang keseluruhan adalah 31,3 kilometer.

Dwi menyampaikan, total investasi Tol Paspro ini senilai Rp 4,6 triliun untuk tiga seksi dengan hak konsesi selama 50 tahun. Adapun rest area di Tol Paspro ini ada empat buah rest area tipe B yakni masing-masing dua di jalur kiri dan kanan.