MALANG KOTA – Beban berat diemban Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang. Karena pada  2019 ini pasang target minimal mempertahankan akreditasi tertinggi di atas UIN Jakarta dan UIN Jogjakarta seperti capaian 2014 silam.

Target ini disampaikan di sela kedatangan tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) kemarin. Kehadiran 4 asesor tersebut untuk melakukan visitasi dalam rangka reakreditasi institusi. Mereka juga melakukan verifikasi atas berkas yang telah dilaporkan UIN ke BAN-PT sebelumnya. Tim asesor memastikan apakah sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maliki Dr HA. Muhtadi Ridwan MA menyebutkan, dari total sekitar 3.636 perguruan tinggi se-Indonesia, 50 di antaranya yang telah terakreditasi institusi A adalah UIN Mailiki. Sementara dari total 630 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di tahun 2014, baru tiga yang mendapatkan akreditasi institusi A. ”Sesuai urutan nilai tertingginya adalah UIN Maliki, UIN Jogjakarta, dan UIN Jakarta,” terang Muhtadi kemarin.

Secara kelembagaan, dia mengimbuhkan, UIN Maliki di bawah dua payung, yakni Kementerian Agama dan Kemenristekdikti. Kedua lembaga itu mensyaratkan agar perguruan tinggi (PT) harus memperoleh akreditasi secara institusi maupun program studi. ”Jika sudah mendapatkan predikat unggul, tentu saja ada perlakuan yang berbeda, baik dari Kemenag maupun Kemenristekdikti. Misalnya dari sisi pendanaan penelitian atau hal lainnya. Hasilnya sudah kami rasakan sejak 2014 lalu,” tandas pria yang juga menjabat sebagai ketua Senat UIN Maliki tersebut.

Meskipun sudah memiliki status akreditasi A untuk level institusi, namun UIN Maliki tetap merasa bahwa reakreditasi merupakan hal yang sangat penting. Tujuan dari reakreditasi ini yang pertama sebagai bagian dari evaluasi total keseluruhan semua aspek. Selain itu, akreditasi juga penting sebagai syarat lulusan yang hendak mencari pekerjaan. Reakreditasi juga penting untuk memastikan tata kelola pada sebuah kampus. ”Yang nantinya akan berdampak pada peningkatan kepercayaan masyarakat, mahasiswa, serta lulusan,” tandas dosen senior yang juga pengasuh panti asuhan ini.

Sementara tujuan akhirnya dari proses reakreditasi adalah memastikan semua PT sesuai dengan standar atau kriteria. Muhtadi menyebutkan ada tujuh kriteria yang dinilai oleh tim BAN PT.

Di antaranya, berhubungan dengan filosofi pengembangan, visi misi tujuan, dan sasaran serta strategi pencapaian. Kedua, standar tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu. Ketiga, mahasiswa dan lulusan. Keempat, sumber daya manusia. Kelima, kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik. Keenam, pembiayaan sarana prasarana dan sistem informasi. Terakhir, penelitian, pelayanan, pengabdian masyarakat serta kerja sama. ”Targetnya, kita menginginkan tidak hanya mendapatkan skor unggul, tapi skor yang kita peroleh juga akan meningkat dibandingkan sebelumnya.

Jika predikat A 2014 lalu kami mendapatkan skor 364, targetnya reakreditasi kali ini bisa mencapai skor 380. Hasilnya asesmen dalam 1–2 minggu sudah keluar,” tegasnya.

Pewarta               : Binti Faktur
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul Muntholib
Fotografer          : Darmono

The post Ungguli UIN Jakarta-UIN Jogja Lagi appeared first on Radar Malang Online.