KEPANJEN – Arema FC nyaris saja dipermalukan Tim Nasional (Timnas) U-22 di hadapan ribuan Aremania kemarin sore. Di pertandingan uji coba ini, Singo Edan hanya bisa meraih hasil imbang 1-1. Bahkan,  Arema FC sempat tertinggal lebih dulu.

Gol Hanif Sjahbandi di menit 74 berhasil membawa skuad Garuda muda unggul. Namun, hasil tersebut tidak berlangsung lama. Setelah Robert Lima Guimaraes menyamakan kedudukan di menit 86. Hasil imbang 1-1 bertahan sampai bebak kedua berakhir.

Sejatinya, di babak pertama Hamka Hamzah dan kawan-kawan mendominasi permainan. Pressing tinggi dan serangan terus dibangun. Singo Edan tampil impresif. Sedikitnya, ada enam kesempatan yang didapatkan Arema. Sayangnya, tidak ada yang berbuah gol.

Timnas Indonesia U-22 juga mencoba keluar dari tekanan. Hanya saja, minimnya kreasi serangan membuat gawang Utam Rusdiana aman. Anak asuh Indra Sjafri terlihat kesulitan menerobos pertahanan Arema.

Di babak kedua, permainan kedua tim mulai terlihat lebih baik. Timnas Indonesia U-22 mulai tampil percaya diri. Masuknya dua penggawa Arema yang membela skuad Garuda muda, Hanif Sjahbandi dan M Rafli, membuat lini tengah Timnas Indonesia U-22 lebih hidup.

Beberapa kali, pemain Arema juga kedodoran mengejar stamina pemain muda yang jadi lawan. Tampil di hadapan publik sendiri membuat Dedik Setiawan dkk terus mencoba menyerang.

Arema nyaris saja mengungguli Timnas U-22. Lewat freekick yang dilesakkan Makan Konate dan dilanjutkan heading Hamka Hamzah di menit 67. Sayangnya, gol kapten Arema FC tersebut dianulir wasit karena terlebih dahulu pelanggaran.

Keadaan berganti di menit 73, tendangan Hanif Sjahbandi dari luar kotak penalti menerebos pertahanan Arema dan tidak bisa ditepis Kurnia Kartika Ajie. Timnas Indonesia U-22 unggul 1-0.

Arema pun kembali menekan. Tak ingin malu, Singo Edan tampil lebih garang. Baru di menit 85, bola muntah berhasil dimanfaatkan Robert. Pemain dengan julukan Gladiator itu pun menyelamatkan Arema dari kekalahan. Hasil imbang 1-1 tak berubah sampai pertandingan berakhir.

Bagi pelatih Arema FC, Milomir Seslija, pertandingan ini sangat fantastis. ”Di 45 menit babak pertama ada banyak peluang, namun tidak ada gol, kami kurang beruntung,” ujarnya.

Seharusnya, Milo menjelaskan, Arema bisa menang. Apalagi, kalau gol Hamka tidak dianulir. ”Namun ini memang pertandingan yang tidak mudah, hasil ini kami maklumi, karena kami tidak diperkuat beberapa pemain inti,” ujarnya.

Pemain inti yang tidak tampil itu antara lain Pavel Smolyachenko, Dendi Santoso, dan Alfin Tuasalamony. ”Tanpa beberapa pemain inti, tentunya pertandingan juga berbeda,” kata pelatih dengan lisensi UEFA Pro itu.

Sebab, di laga ini dia mencoba semua pemain yang dimiliki. ”Kami coba-coba banyak pemain, karena ini uji coba, kalau di liga nanti kami tidak bisa coba-coba dan harus siap dengan semua kondisi,” ungkap Milo.

Dengan menurunkan semua skuad, pelatih berkebangsaan Bosnia Herzegovina ini tahu betul kualitas semua pemain. Milo juga senang, karena bisa menjadi partner berlatih Timnas Indonesia U-22. ”Sejak awal kami berikan pressing tinggi ke mereka, dan kami menyerang,” ungkapnya.

Tujuannya, semata agar skuad Garuda muda tidak canggung saat bertanding di Piala AFF di Kamboja 17 Februari nanti. ”Kami berharap nanti Timnas Indonesia meraih hasil bagus,” ujar dia. Bagi Milo, uji coba ini juga luar biasa. Sebab, sebagai persiapan Arema FC untuk menapakai babak 16 besar Piala Indonesia yang kemungkinan akan melawan Persib Bandung. ”Kami bermain dengan tim yang bagus hari ini (kemarin), setelah ini kami akan siap untuk pertandingan Piala Indonesia,” pungkasnya.

Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri menyatakan, uji coba kali ini sukses. ”Sejak awal kami memang ingin pressure dari penonton, sebab nantinya saat di Piala AFF U-22 akan bermain dengan tuan rumah, sehingga tekanan pasti ada,” ungkapnya.

Dengan tekanan yang didapatkan di laga uji coba, Indra melanjutkan, pemain terbukti cukup tenang. ”Mereka bisa menyimulasikan solusi di dalam game, ya meski ada beberapa kekurangan, namun saya cukup puas,” ungkapnya.

Dari catatan Indra, babak pertama memang progres permainan masih kurang. Namun di babak kedua, skuad Garuda mulai tampil habis-habisan. Selain tekanan suporter, Indra melanjutkan, Arema juga bermain bagus. ”Sebelum pertandingan, saya diskusi dengan coach Milo, agar memberikan pressing dan menyerang kami. Di pertandingan itu dilakukan, saya terima kasih. Ini akan menjadi pembelajaran bagi pemain kami,” ungkapnya.

Setelah lawan Arema, Timnas Indonesia U-22 akan uji coba melawan Madura United. Indra bakal mencoret beberapa pemain sebelum dibawa ke Kamboja. ”Di uji coba berikutnya kami simulasikan seperti pertandingan di AFF,” kata dia. Dan akan melakukan pengerucutan pemain. Saat ini, ada 29 pemain dengan bergabungnya Osvaldo Haay, nantinya akan diambil 23 pemain.  

Pewarta               : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor         : Amalian Safitri
Penyunting         : Abdul Muntholib
Fotografer          : Darmono