Wakil Ketua Komisi III DPR RI Sebut Vonis untuk ZA Sudah Adil

ZA (kiri) bersama ayahnya.

KABUPATEN MALANG – Tak semua pihak setuju dengan hasil putusan sidang PN (Pengadilan Negeri) Kepanjen terhadap ZA, remaja pembunuh begal.

Tapi, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir punya penilaian sendiri soal kasus itu. Dia menilai, putusan PN Kepanjen sudah adil.

Hal itu dia ungkapkan saat melakukan kunjungan Kerja Spesifik Masa Persidangan II Tahun Sidang 2019 – 2020 di Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Selasa (28/1).

“Kami tentunya ingin melihat dan mendengar langsung apakah sesuai prosedur atau tidak.Setelah bertanya pada pihak kepolisian, kejaksaan, pengadilan, itu (keputusan) sudah benar,” kata Adies.

Adies mengungkapkan keadilan yang dilakukan Hakim, Jaksa, dan Kepolisian itu berupa pemrosesan hukum terhadap Mat alias Wafa. Mat diketahui sebagai rekan Misnan, begal yang akhirnya terbunuh di tangan ZA.

“Korban (ZA) itu juga diproses penganiyaayan. Dari pihak pelaku (Mat) sudah diproses juga ternyata. Jadi ini cukup adil,” ujar politikus Partai Golkar itu.

Ia juga menjelaskan selain pemrosesan kedua bela pihak, menurutnya keputusan hukuman satu tahun pembinaan di LKSA Darul Aitam kepada ZA juga adil.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir.

Sebab, ZA, meski masih berusia 17 tahun, tapi harusnya dikategorikan sebagai orang dewasa lantaran sudah memiliki istri dan anak.

“ZA ternyata sudah memiliki anak dan istri jadi secara Undang-Undang tidak dikategorikan anak,” kata dua,

Tapi, hakim masih memandang ZA sebagai anak di bawah umur.

“Jadi hukuman 1 tahun pembinaan itu cukup fair lah,” tambah ia.

Untuk diektahui, ZA telah divonis hukuman satu tahun pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam, Kecamtan Wajak. Hakim memutuskan vonis tersebut berdasarkan pasal 351 yakni tentang penganiayaan yang menyebabkan seorang kehilangan nyawa.

Sebagai informasi, dalam kunjungan tersebut Adies melakukan pertemuan secara tertutup dengan jajaran Polres Malang, Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Pengurus LKSA Darul Aitam Wajak, dan Badan Pemasyarakatan (Bapas) Malang.

Terlihat pula ZA yang memakai masker dan topi hitam.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Editor : Indra M