KOTA MALANG – Warga Kota Malang, turut bersuara terkait penyelesaian kasus dugaan pelecehan terhadap siswa yang dilakukan oleh seorang guru olahraga berinisial I di SD Kauman 3 Kota Malang.

“Segera selesaikan dan beri tindakan tegas, karena trauma korban seumur hidup!!,” tegas Nur Fitriani via akun twitternya @nfitriani799.

Ia pun turut menyertakan poster berisi kalimat desakan. “Pak Sutiadji, wali kota baru kami, tolong jangan biarkan pelaku kekerasan seksual bebas tanpa proses hukum. Kami tidak mau anak kami belajar di ruang yang tidak aman. Warga Malang,” imbuhnya.

Hal tersebut langsung direspons cepat oleh Wali Kota Malang, Sutijai via akun Twitternya @sutiaji1964. Ia menyatakan jika pelaku telah diberi sanksi administratif. Bahkan nantinya setiap sekolah akan diberi CCTV untuk menghindari hal serupa terjadi.

“Yang bersangkutan sudah diberi sanksi administrasi, terkait proses hukum di Kepolisian, sudah bukan domain kami namun akan tetap kami dorong agar proses berjalan dengan seadil-adilnya,” jelasnya.

“Ke depan akan kami pasang CCTV di area sekolah, agar kejadian semacam ini tidak terulang kembali,” tambah Sutiaji

Hal tersebut turut disemogakan oleh para netizen. Sebab, tak sedikit yang menyayangkan hal tersebut terjadi. “Semoga segera terealisasi. Aamiin,” tandas @Anis_sa_ae

Berdasarkan data yang dihimpun oleh radarmalang.id, guru I yang sebelumnya menghilang. Rupanya telah dipindahtugaskan menjadi petugas kebersihan di kantor pengawas sekolah, Jalan Borobudur setelah 25 tahun mengajar.

PNS ini juga mendapatkan sanksi pendundaan kenaikan pangkat pada bulan April 2019. Setelah di proses secara prosedural oleh Dinas Pendidikan Kota Malang.

Pewarta : Feni Yusnia
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto : Feni Yusnia