Pengelola dan Perawat Kebun Jeruk Satpom AU Serda Kasani menuturkan bila destinasi itu mulai dibuka 13 Agustus lalu dan akan terus beroperasi hingga November mendatang.
Tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, wisata petik jeruk yang dikelola Satuan POM AU Lanud Abd Saleh itu mulai banyak menyedot perhatian pengunjung. ”Kalau hari biasa rata-rata jumlah pengunjungnya antara 140 sampai 150 orang. Kalau akhir pekan bisa dua kali lipat, yakni antara 300 sampai 500 orang per harinya,” kata Kasani saat dijumpai di lokasi petik jeruk.
Pengunjungnya pun tak hanya berasal dari wilayah Malang Raya. Beberapa di antara mereka datang dari luar kota seperti Surabaya, Sidoarjo, juga Mojokerto. Saat ini terdapa dua varietas utama yang dibudidayakan di sana. ”Yang paling dominan jenis siyem madu dan keprok batu 55,” terangnya. Dari total 8 hektare lahan yang dikelola, 5 hektare di antaranya telah produktif.
Satu hektare lahan jeruk yang mereka kelola, rata-rata bisa memproduksi 100 sampai 120 ton jeruk dalam satu kali musim panen. Saat ini total terdapat 5.600 pohon dengan kapasitas panen antara 50 sampai 80 kilogram yang berada di lahan perkebunan Satpom AU.
Untuk masuk ke kawasan petik jeruk itu, pengunjung juga tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Cukup dengan Rp 25 ribu, wisatawan yang datang bisa masuk ke kawasan petik jeruk dan mendapatkan free 1 kilogram jeruk untuk dibawa pulang. ”Kalau ingin nambah juga boleh, kami sediakan yang sudah dipetik atau langsung memetik sendiri di kebun,” sambungnya.
Pewarta: Farik Fajarwati Editor : Editor : Hendarmono Al S.