Kedai Gelato ini sudah berdiri lebih dari 5 tahun, yang didirikan oleh pengusaha perempuan asal Malang. Tak main-main, kini dia menggandeng Konsultan dari Italia untuk meraciknya, Chef Giaccomo Schiavon. Buah tangan consultant chef asli Italia dan sang owner Koono Gelato, Yessyca ini banyak menarik pengunjung untuk mencicipinya. Responny, racikan Koono Gelato memang layak juara.
Aneka rasa yang bervariasi, rendah gula, tanpa pengawet hingga bahan alaminya menjadi andalan di kedai es krim ini. "Jadi bahan dasarnya kami membuat sendiri. Yaitu menggunakan plant based. Jadi memakai bahan dasar tanaman. Sedangkan gulanya memakai sweetener, pengganti gula normal yaitu sugar free. Gula ini pakai bahan dasar buah-buahan dan beets,"ujar Yessyca. Sehingga, bagi pecinta es krim yang memiliki penyakit diabetes tidak perlu khawatir. Sebab es krim yang disajikan tidak berbahaya terhadap penyakit yang diderita.
Perempuan yang gemar mengkreasikan gelato itu, mengatakan bahwa variasi rasa di gelato juga bermacam-macam. Total ada 100 lebih variasi rasa. Kreasi terbarunya kini ada rasa tradisional gelato. Yakni rasa klepon, ronde, cendol, beras kencur, hingga angsle. Bentuk dari gelato juga unik, yang di desain mirip dengan tumpeng, usus ayam, telur ayam, hingga daging ayam. "Jadi setiap harinya kami ganti variasi rasa. Dengan harga mulai Rp 18 ribu hingga Rp 300 ribu. Harga 300 ribu ini yang tumpeng es krim," ujar perempuan yang pernah menempuh pendidikan di Carpigiani Gelato University.
Sementara itu, Consultant Chef Giaccomo Schiavon mengatakan bahwa Gelato racikannya itu mengutamakan proses dan teknologi yang canggih. Sehingga es krim yang dibuatnya itu berbeda dengan es krim lainnya. " Gelato ini lebih utuh, minim udara artinya lebih padat, teksturnya lebih halus. Dan aman dikonsumsi untuk semua kalangan," pungkasnya. (rof/mas) Editor : Mardi Sampurno