MALANG KOTA – Festival Kali Brantas kembali digelar sejak Jumat lalu (21/7). Tak hanya melibatkan warga dari tujuh kampung di Kota Malang. Ada juga partisipasi dari warga Kota Batu.
Penampilan-penampilan yang disuguhkan pun lebih semarak. Mulai arak-arakan, larung sesaji, hingga petik tirto. Khusus untuk kemarin (23/7), Festival Kali Brantas digelar di dua kampung. Pertama di Kampung Keramik Dinoyo, dilanjutkan ke Kampung Gerabah Penanggungan.
Di Kampung Gerabah, kegiatan dibuka dengan arakarakan 27 remaja putri dari Jalan Mayjen Pandjaitan menuju sungai. Jaraknya sekitar 300 meter. Saat tiba di dekat sungai, seluruh remaja perempuan yang menggunakan kemben putih dan jarik itu menyeberang melewati jembatan bambu.
Mereka lantas melakukan prosesi larung sesaji dan ngumbah gerabah. Di sela-sela prosesi itu, mereka menari diiringi gamelan. Sebelum diakhiri dengan prosesi petik tirto, peserta arak-arakan juga memanjatkan doa yang berkaitan dengan pelestarian air. Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang Ki Demang Isa Wahyudi mengatakan, secara umum Festival Kali Brantas tahun ini tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.
Yang sedikit membedakan adalah unsur koreografi. Selain itu, masyarakat yang dilibatkan lebih banyak. ”Ada juga dolanan anakanak. Tapi yang tidak kalah menarik, dalam festival sebelumnya hanya ada tiga belik air. Sekarang bertambah menjadi tujuh,” ujar dia.
Menurut Ki Demang, festival itu bertujuan untuk mengembalikan sejarah Kali Brantas sebagai pusat peradaban. Sebab, peradaban Tanah Jawa memang muncul dari Kali Brantas. Tepatnya pada masa Mpu Sendok atau era Kerajaan Medang Kamulan dan Kera jaan Kanjuruhan. ”Sebagai bukti, di sepanjang aliran Kali Brantas banyak ditemukan ben da-benda bersejarah seperti prasasti, umpak, lingga yoni, dan arca,” jelas dia.
Lewat festival, pihaknya juga ingin mengingatkan generasi sekarang tentang pentingnya interaksi manusia dengan alam. Termasuk sebagai wadah untuk mengembangkan ide, gagasan, sekaligus kreativitas. Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi mengapresiasi pelaksanaan Festival Kali Brantas. Menurut dia, festival tersebut mengajarkan kepada generasi sekarang untuk bersatu dengan alam.
”Kami tertarik mengangkat Festival Kali Brantas sebagai kegiatan di tingkat kota dan provinsi. Gelaran itu bisa menyatukan Malang dengan daerah lain yang punya basis masyarakat agraris serta maritim,” tandasnya. (mel/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana