Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Per Hari, Ribuan Wisatawan Masuk Sumber Maron

Mahmudan • Minggu, 22 Desember 2024 | 18:40 WIB
DIBANJIRI WISATAWAN: Wisatawan menikmati kesejukan air di Sumber Maron, Desa Karnagsuko, Kecamatan Pagelaran kemarin.
DIBANJIRI WISATAWAN: Wisatawan menikmati kesejukan air di Sumber Maron, Desa Karnagsuko, Kecamatan Pagelaran kemarin.

PAGELARAN - Menyambut musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), destinasi wisata menambah jumlah petugas.

Itulah yang dilakukan wisata Sumber Maron di Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran.

Destinasi yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Amanah itu selalu dipadati wisatawan, terutama weekend.

“Personel hari biasa itu sembilan orang. Nataru nanti bisa lebih. Sebab ada pihak lain yang diperbantukan di sini (Sumber Maron, Red),” ujar Sekretaris BUMDes Amanah Defri S. Felani beberapa waktu lalu.

Pihak yang dikerahkan itu berasal dari perangkat desa. Mereka akan membantu untuk pengawasan tiket dan keamanan.

Selain itu, sebagai antisipasi cuaca ekstrem, pihaknya juga menyediakan bantuan medis dari puskesmas.

“Kalau harihari libur memang ada penambahan personel sekitar lima orang. Biasanya juga ada tambahan dari Polsek Pagelaran,” imbuh Defri.

Dia mengatakan, Sumber Maron dikunjungi ratarata 1.000 wisatawan per hari.

Jumlahnya meningkat ketika weekend atau libur sekolah.

“Makanya diperlukan tambahan personel untuk menjaga kondusifitas tempat wisata,” kata dia.

Disinggung mengenai wahana, dia mengatakan tidak ada penambahan wahana.

Pihaknya akan memanfaatkan fasilitas dan wahana yang sudah ada.

Seperti waterboom dan river tubing dengan sewa ban Rp 5.000.

Hanya saja, tiket masuk ke tempat wisata itu naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 10.000 per orang.

Tidak hanya saat Nataru, saat akhir pekan maupun tanggal merah pun harga tiket masuk akan naik seperti tempat wisata pada umumnya.

Untuk diketahui, lahan yang dapat digunakan untuk pengembangan wisata Sumber Maron sangat terbatas.

Saat ini saja, tempat wisata dengan lahan 2 hektare itu masih menyewa tanah warga.

Bahkan, kantor pengelola pun dibangun di atas lahan milik warga dengan sewa Rp 6 juta per tahun. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#wisatawan #sumber maron