Radar Malang – Matcha, bubuk teh hijau asal Jepang yang terkenal dengan cita rasa khas dan manfaat kesehatannya, kini semakin digemari masyarakat Indonesia.
Tidak hanya hadir dalam bentuk minuman seperti latte atau teh, matcha juga mulai digunakan sebagai bahan utama dalam berbagai olahan makanan yang inovatif.
Di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Malang, para pelaku usaha kuliner berlomba-lomba menciptakan menu berbasis matcha yang unik.
Salah satu yang paling populer adalah matcha dessert, seperti es krim matcha, mochi isi matcha, dan cake roll matcha.
Rasa pahit khas matcha dianggap mampu menyeimbangkan rasa manis pada makanan pencuci mulut, memberikan pengalaman rasa yang lebih kompleks.
Di Kota Malang, sejumlah kafe dan bakery lokal juga turut meramaikan tren ini. Salah satunya adalah toko roti artisan di kawasan Jalan Ijen yang terkenal dengan matcha soft bread dan matcha cheesecake-nya.
Menu tersebut menjadi favorit di kalangan mahasiswa dan wisatawan muda yang mencari rasa unik sekaligus estetik untuk dibagikan di media sosial.
Tak hanya dessert, matcha kini merambah ke makanan berat. Beberapa restoran mulai menawarkan matcha pasta dan matcha soba dengan saus krim atau shoyu.
Warna hijau dari matcha memberikan tampilan yang menggugah selera, sementara rasanya yang earthy menambah keunikan kuliner tersebut.
Pakar kuliner dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Diah Puspita, menyatakan bahwa tren olahan matcha di luar minuman diperkirakan akan terus berkembang.
"Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, bahan alami seperti matcha akan tetap diminati dalam berbagai bentuk olahan makanan," jelasnya.
Matcha kini bukan hanya simbol tren makanan kekinian, tetapi juga menjadi alternatif bahan sehat dalam kreasi kuliner yang terus berinovasi, termasuk di kota-kota seperti Malang. (Rizz)
Editor : Aditya Novrian