RADAR MALANG – Kabupaten Banyuwangi bersiap menyambut Agustus 2025 dengan semarak budaya dan seni lokal yang digelar nyaris setiap pekan. Perayaan ini tidak hanya untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga sebagai wujud pelestarian dan promosi kekayaan budaya Using yang menjadi identitas Bumi Blambangan.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah menyiapkan rangkaian acara yang masuk dalam kalender resmi tahunan. Kegiatan tersebut mencakup pertunjukan seni tradisional, festival berbasis komunitas, hingga konser musik yang menghadirkan talenta lokal maupun nasional. Semua itu dikemas dalam atmosfer perayaan rakyat yang meriah dan menggembirakan.
Sebagai daerah yang konsisten mengembangkan potensi wisata berbasis budaya, Banyuwangi kembali menunjukkan eksistensinya sebagai destinasi unggulan di Jawa Timur. Paduan antara keindahan alam, keramahan masyarakat, dan kekayaan seni tradisi menjadikan setiap event layak dikunjungi wisatawan.
Berikut daftar lengkap jadwal kegiatan budaya Banyuwangi selama Agustus 2025:
- 4–7 Agustus: Lomba Kreasi Baris Berbaris
- 5–9 Agustus: Wringinpitu Festival
- 9 Agustus: Padhang Ulanan – Wayang Using
- 9–13 Agustus: Festival Lembah Ijen
- 13–14 Agustus: Festival Merdeka
- 17 Agustus: Meras Gandrung VI
- 20 Agustus: Sapar-saparan Sukojati
- 27 Agustus: Gintangan Bamboo Festival
- 30 Agustus: Banyuwangi Musik Festival
Masing-masing agenda membawa ciri khas tersendiri. Misalnya, Padhang Ulanan menampilkan pertunjukan wayang kulit dengan bahasa Using sebagai bentuk pelestarian budaya tutur. Sementara Festival Lembah Ijen menjadi ajang promosi wisata alam sekaligus produk UMKM masyarakat sekitar.
Acara Meras Gandrung pada 17 Agustus menjadi salah satu yang paling dinanti. Pertunjukan kolosal ini menampilkan ratusan penari Gandrung yang menari serentak di area terbuka. Penonton tak hanya disuguhi atraksi seni, tetapi juga dimanjakan dengan kuliner khas Banyuwangi yang dijajakan selama gelaran berlangsung.
Untuk mendukung kenyamanan wisatawan, pemerintah setempat mengimbau agar pengunjung merencanakan kunjungan jauh-jauh hari. Musim kemarau yang berlangsung antara Mei hingga September menjadi waktu ideal menikmati alam Banyuwangi, mulai dari Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, hingga pantai eksotis Pulau Merah.
Beberapa tips disarankan agar liburan ke Banyuwangi lebih maksimal. Di antaranya adalah mengecek jadwal event terbaru, membawa perlengkapan sesuai kondisi cuaca, serta menjaga sopan santun selama berada di lokasi wisata maupun saat menyaksikan pertunjukan adat. Wisatawan juga dianjurkan mencicipi kuliner khas daerah seperti sego tempong, rujak soto, dan pecel rawon.
Selain itu, transportasi lokal seperti ojek online, sewa motor, atau mobil bisa dimanfaatkan untuk menjangkau lokasi festival yang tersebar di berbagai kecamatan. Beberapa tempat seperti pasar tradisional bahkan masih menyediakan moda transportasi khas seperti dokar dan becak yang bisa menambah pengalaman unik.
Banyuwangi telah lama dikenal sebagai kabupaten yang menjadikan budaya sebagai kekuatan utama dalam membangun sektor pariwisata. Lewat rangkaian festival sepanjang Agustus ini, tidak hanya masyarakat lokal yang dihibur, tetapi juga para pelancong yang ingin merasakan atmosfer perayaan khas daerah paling timur Pulau Jawa ini.
Dengan persiapan yang matang dan antusiasme masyarakat yang tinggi, perayaan budaya Banyuwangi Agustus 2025 diharapkan mampu menjadi magnet wisata serta menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan leluhur. Bagi siapa pun yang berencana mengunjungi kota ini, Agustus adalah waktu yang tepat untuk menyaksikan kemegahan seni dan tradisi dari panggung Bumi Blambangan. (id)
Editor : A. Nugroho