RADAR MALANG – Gunung Kelud masih menjadi primadona bagi para pendaki di Jawa Timur. Lokasinya yang berada di perbatasan antara Kabupaten Blitar, Kediri, dan Malang membuat gunung ini mudah diakses dari berbagai daerah, termasuk dari Kota Malang yang hanya berjarak sekitar tiga hingga lima jam perjalanan menuju basecamp.
Dengan ketinggian 1.731 mdpl, Gunung Kelud menyajikan keindahan alam yang unik, mulai dari kawah luas, batuan vulkanik, hingga udara sejuk khas pegunungan. Tak heran jika gunung ini kerap ramai dikunjungi saat akhir pekan maupun musim liburan, terutama oleh komunitas pendaki dari Malang dan sekitarnya.
Terdapat tiga jalur utama yang biasa digunakan untuk mencapai puncak Gunung Kelud, yaitu via Tulungrejo, Karangrejo, dan Sugihwaras. Masing-masing jalur menawarkan pengalaman berbeda, baik dari segi medan, durasi, maupun tingkat kesulitan. Berikut ulasan lengkap ketiga jalur tersebut.
1. Jalur Tulungrejo – Tantangan Ekstrem untuk Pendaki Berpengalaman
Jalur pendakian via Tulungrejo dikenal sebagai rute paling menantang. Terletak di wilayah Blitar, jalur ini cocok bagi pendaki yang sudah berpengalaman dan menyukai trek dengan elevasi tinggi serta kondisi medan yang bervariasi.
Pendakian dimulai dari kawasan hutan pinus dengan kontur tanah bercampur kerikil. Titik awal dikenal sebagai Gapura Rimba, dilanjutkan menuju Pos 2 Srenggono Bule. Setelah itu, pendaki akan melewati Pos 3 Rewondho Geni dan Pos 4 Camp Lembu Suro. Salah satu bagian paling ikonik dari jalur ini adalah Punggungan Naga, jalur sempit menuju puncak yang menantang mental dan fisik.
Total waktu pendakian dari basecamp hingga puncak sekitar enam jam, tergantung kondisi fisik dan cuaca. Jalur ini banyak dipilih oleh komunitas pendaki yang ingin menguji ketahanan dan teknik navigasi mereka.
2. Jalur Karangrejo – Rute Favorit Pendaki dari Malang
Jalur Karangrejo juga berada di wilayah Blitar dan menawarkan tantangan yang lebih moderat. Jalur ini populer di kalangan pendaki Malang karena aksesnya cukup mudah dan waktu tempuhnya relatif singkat, sekitar lima jam hingga puncak.
Pendakian dimulai dari Basecamp Karangrejo menuju Pos 1 Garuda Yeksa, Pos 2 Sekar Delima, dan Pos 3 Mahesa Suro yang sering dijadikan area berkemah. Menuju Pos 4, pendaki akan menghadapi tanjakan terjal serta jalur tangga besi menuju puncak.
Rute ini ideal untuk pendaki yang ingin merasakan sensasi berkemah sekaligus menikmati pemandangan spektakuler Gunung Kelud tanpa harus melalui medan ekstrem seperti di Tulungrejo.
3. Jalur Sugihwaras – Pendakian Cepat Cocok untuk Pemula
Bagi pendaki pemula atau mereka yang ingin melakukan pendakian satu hari (tektok), jalur Sugihwaras di wilayah Kediri menjadi pilihan utama. Jalur ini memiliki medan awal yang cukup landai dan relatif bersahabat.
Perjalanan dari basecamp ke puncak hanya memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Namun, menjelang kawah, jalur mulai menanjak dan berbatu, sehingga tetap membutuhkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan karena rawan licin.
Meskipun tergolong mudah, jalur ini tetap memberikan panorama alam yang mengesankan. Cocok untuk pendaki yang baru pertama kali naik gunung atau ingin pendakian ringan tanpa menginap.
Siapkan Fisik dan Perlengkapan Sebelum Mendaki
Ketiga jalur pendakian Gunung Kelud masing-masing menawarkan pengalaman yang unik. Bagi warga Malang, keberagaman pilihan ini menjadi keuntungan tersendiri. Selain mempertimbangkan tingkat kesulitan, penting juga untuk memperhatikan kondisi cuaca dan kesiapan fisik sebelum berangkat.
Cuaca di sekitar Gunung Kelud bisa berubah dengan cepat. Pastikan membawa perlengkapan yang sesuai, seperti jaket hangat, alas kaki yang nyaman dan aman, serta logistik yang mencukupi. Tak kalah penting, selalu utamakan keselamatan dan mengikuti aturan dari basecamp setempat.
Dengan persiapan yang matang, pendakian ke Gunung Kelud akan menjadi pengalaman tak terlupakan, baik bagi pendaki pemula maupun yang telah berpengalaman. (id)
Editor : A. Nugroho