RADAR MALANG – Kota Malang terkenal bukan hanya karena hawa sejuk dan kulinernya, tetapi juga karena kekayaan arsitektur warisan sejarahnya. Di tengah perkembangan modern, beberapa hotel di Malang tetap mempertahankan nuansa klasik dan etnik yang memikat. Ada yang benar-benar bangunan heritage peninggalan masa kolonial, ada pula yang merupakan bangunan baru namun dirancang menyerupai gaya tempo dulu.
Konsep desain ini bukan sekadar estetika, tetapi juga menyimpan nilai sejarah. Beberapa hotel bahkan menjadi saksi bisu perjalanan panjang Kota Malang, mulai dari masa Hindia Belanda, pendudukan Jepang, hingga era kemerdekaan. Hal ini menjadikan pengalaman menginap di sana terasa berbeda seolah mengajak tamu melangkah kembali ke masa lampau.
Berikut ini adalah lima hotel bernuansa etnik di Malang yang layak masuk daftar pilihan. Uniknya, hotel di urutan pertama dulunya pernah menjadi markas komunitas rahasia Freemason pada era kolonial.
1. Ritchie Hotel
Berlokasi strategis di Jalan Basuki Rahmad, tepat di jantung Kota Malang, Ritchie Hotel menyuguhkan arsitektur klasik bercat putih dengan sentuhan Eropa tempo dulu. Lokasinya berada di kawasan bisnis, sehingga memudahkan akses ke berbagai titik penting kota.
Di bagian dalam, tamu akan menemukan perabotan antik seperti kursi goyang, kursi kayu tua, dan ornamen khas rumah kolonial. Suasananya membuat pengunjung seolah tinggal di rumah bangsawan Eropa di awal abad ke-20.
2. Padi Heritage Hotel
Meski terletak di Perumahan Tata Surya, Jalan Regulus Nomor 9, Tlogomas, yang sedikit masuk ke dalam, Padi Heritage Hotel menawarkan suasana pedesaan yang jarang ditemukan di hotel kota. Bangunan kayunya bergaya tradisional, berpadu dengan hamparan sawah dan gemericik air sungai di sekitarnya.
Menu minuman hangat khas Malang seperti ronde, angsle, dan wedang jahe menjadi pelengkap suasana. Bagi yang ingin merasakan ketenangan jauh dari hiruk-pikuk pusat kota, hotel ini bisa jadi pilihan tepat.
3. Ubud Hotel and Cottages
Berada di Jalan Bendungan Sigura-gura Nomor 6, Karangbesuki, hotel ini menghadirkan nuansa khas Bali di tengah Malang. Ornamen kain poleng, patung, dan ukiran khas Pulau Dewata menghiasi setiap sudut.
Tak hanya dekorasinya, menu kuliner di hotel ini juga menghadirkan cita rasa Bali. Letaknya dekat dengan sungai dan kawasan kampus membuat suasana asri semakin terasa, apalagi dipadukan dengan udara sejuk khas Malang.
4. Hotel Tugu Malang
Berlokasi di pusat kota, tepat di kawasan Bundaran Tugu dan bersebelahan dengan Balai Kota Malang, Hotel Tugu adalah perpaduan seni, sejarah, dan keramahan. Koleksi barang antik dari pendirinya, Anhar Sejadibrata kerabat Oey Tiong Ham, pengusaha gula legendaris menjadi daya tarik tersendiri.
Nuansa Jawa dan Tionghoa berpadu dalam interiornya, lengkap dengan pilihan menu kuliner Nusantara dan Asia. Hotel ini menjadi representasi keanggunan Malang tempo dulu yang masih terjaga hingga kini.
5. Shalimar Hotel Malang
Berlokasi di Jalan Cerme 16, tak jauh dari Jalan Ijen yang ikonik, Shalimar Hotel menyimpan sejarah unik. Dibangun pada 1930-an dan digunakan pada 1933, gedung ini awalnya bernama Macconieke Lodge markas komunitas rahasia Freemason pada masa Hindia Belanda.
Rancangan arsitek Ir. Mulder dengan gaya Nieuwe Bouwen membuat bangunan berbentuk kubus dan beratap datar ini berbeda dari kebanyakan gedung kolonial lainnya. Pada masa perjuangan, gedung ini pernah difungsikan sebagai pemancar Belanda, lalu diambil alih menjadi kantor RRI. Setelah RRI pindah, barulah bangunan ini beralih fungsi menjadi hotel, hingga pada 2015 resmi berganti nama menjadi Shalimar Hotel.
Lima hotel etnik di Malang ini bukan hanya sekedar tempat bermalam, tetapi juga pintu untuk menikmati warisan sejarah dan budaya kota. Menginap di salah satunya berarti mendapatkan pengalaman unik perpaduan antara kenyamanan modern dan sentuhan masa lalu yang tak ternilai. (id)