Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kangen Urap-Urap, Ini Warung Tradisional di Kota Malang yang Masih Menyediakannya

A. Nugroho • Rabu, 17 September 2025 | 19:42 WIB
Meski jarang ditemui, beberapa warung tradisional di Malang masih setia menyajikan urap-urap. Hidangan khas Jawa ini jadi pelepas rindu cita rasa lama.
Meski jarang ditemui, beberapa warung tradisional di Malang masih setia menyajikan urap-urap. Hidangan khas Jawa ini jadi pelepas rindu cita rasa lama.

 

 

RADAR MALANG – Bagi sebagian orang, menikmati sepiring urap-urap bisa menghadirkan nostalgia. Sayuran rebus dengan taburan kelapa parut berbumbu khas ini kerap jadi menu sederhana yang mengingatkan pada masakan rumah. Di Kota Malang, sejumlah warung dan depot tradisional masih setia menyajikan urap-urap sebagai bagian dari hidangan andalan mereka.

Di tengah maraknya kuliner modern, kehadiran warung tradisional ini menjadi oase bagi penikmat masakan rumahan. Sepiring nasi hangat dengan urap-urap, ditambah lauk sederhana, terbukti tetap dicari masyarakat lintas usia. Tak hanya soal rasa, tetapi juga memori masa kecil yang melekat di balik sajian ini.

Berikut beberapa pilihan tempat di Kota Malang yang bisa dikunjungi untuk melepas kangen dengan urap-urap tradisional.

Warung Semur Gang Buntu, Klojen

Warung legendaris di kawasan Klojen ini dikenal dengan menu semur dan masakan rumahan. Di sini, pengunjung masih bisa menemukan urap-urap sebagai lauk pendamping, cocok disantap bersama nasi hangat dan semur khas Malang.

Pecel Pincuk Yu Khanti, Jl. Imam Bonjol 13

Warung pecel ini jadi salah satu destinasi favorit pecinta kuliner tradisional. Selain sambal pecel yang gurih pedas, pengunjung juga bisa menemukan urap-urap sebagai pelengkap. Sensasi makan dengan pincuk daun pisang menambah nuansa klasik.

Pecel Kane, Lowokwaru

Warung sederhana ini populer di kalangan mahasiswa karena dekat kawasan kampus. Menu utamanya adalah pecel, lengkap dengan sayur segar, rempeyek, dan tentu saja urap-urap yang menambah cita rasa khas masakan Jawa.

Warung Ndeso, Lowokwaru

Sesuai namanya, Warung Ndeso menyajikan menu yang membangkitkan suasana pedesaan. Urap-urap hadir sebagai salah satu lauk utama, disajikan bersama nasi jagung, tempe, dan sambal terasi yang otentik.

Nostalgia Rasa Tradisional

Meski banyak restoran modern bermunculan, warung-warung tradisional ini membuktikan bahwa urap-urap tetap punya tempat di hati warga Malang. Rasa gurih segar kelapa parut berpadu dengan sayuran rebus sederhana menjadikan menu ini selalu dicari penikmat kuliner.

Bagi yang sedang kangen masakan rumah, mampir ke warung-warung tersebut bisa jadi obat rindu untuk kembali merasakan cita rasa tradisional khas Jawa. (id)

Editor : A. Nugroho
#urap urap #malang #tradisional