RADAR MALANG – Tak hanya dikenal dengan deretan wisata kuliner dan keindahan alamnya, Jogjakarta juga menyimpan pesona budaya yang kental lewat berbagai museum yang tersebar di penjuru kota. Dari kisah kejayaan masa lampau hingga karya seni maestro legendaris, setiap museum di Jogja menawarkan pengalaman yang tak hanya edukatif, tapi juga menginspirasi.
Berikut tiga rekomendasi museum pilihan yang wajib kamu kunjungi saat berada di Kota Pelajar ini.
- Museum Sonobudoyo
Berlokasi di Jl. Pangurakan No.6, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Jogjakarta, Museum Sonobudoyo menjadi salah satu destinasi wajib bagi pecinta sejarah dan kebudayaan Jawa. Berdiri megah dengan arsitektur klasik Jawa yang elegan, museum ini menyimpan koleksi budaya yang disebut paling lengkap setelah Museum Nasional di Jakarta.
Begitu melangkah ke dalam, pengunjung langsung disambut suasana yang tenang dan sejuk, dengan tata ruang yang modern namun tetap mempertahankan nuansa tradisional. Desain interiornya tampil segar, perpaduan warna dan pencahayaan membuat ruangan terasa hidup dan jauh dari kesan kuno. Koleksinya beragam mulai dari wayang, senjata pusaka, batik, hingga artefak kuno peninggalan kerajaan Jawa.
Dengan tiket masuk hanya Rp 10.000, kamu bisa menjelajahi area yang luas dan informatif. Tulisan di dinding memberi pengetahuan dasar tentang setiap koleksi, namun untuk pengalaman yang lebih mendalam, pengunjung disarankan menyewa tour guide. Para pemandu akan menjelaskan makna simbolik di balik benda-benda bersejarah yang dipajang, menjadikan kunjungan terasa seperti perjalanan waktu yang hidup dan berwarna.
- Museum Benteng Vredeburg
Masih di kawasan Ngupasan, Gondomanan, berdiri Museum Benteng Vredeburg, tepat di depan Gedung Agung dan tak jauh dari Keraton Yogyakarta. Bangunan bergaya kolonial ini dulunya merupakan benteng pertahanan Belanda, yang kini disulap menjadi museum sejarah perjuangan bangsa.
Begitu memasuki area benteng, kamu akan merasakan suasana masa lampau yang masih kental. Di dalamnya, terdapat diorama dan koleksi dokumentasi sejarah yang menggambarkan perjuangan rakyat Jogjakarta sejak masa penjajahan hingga kemerdekaan. Informasi yang disajikan sangat padat dan detail, membuat pengunjung bisa memahami perjalanan panjang Jogja sebagai pusat perjuangan dan budaya.
Dengan tiket masuk Rp 20.000 untuk dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak, pengunjung bisa berkeliling di empat ruang diorama utama yang menampilkan kisah perjuangan dari berbagai periode.
Jika datang bersama rombongan, kamu bisa meminta pendampingan pemandu untuk menjelaskan latar belakang setiap diorama. Benteng ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 21.00, dan menjadi salah satu tempat terbaik untuk mengenalkan sejarah Indonesia pada generasi muda dengan cara yang menarik dan interaktif.
- Museum Affandi
Dari pusat kota, perjalanan bisa dilanjutkan ke arah timur, tepatnya di Jl. Laksda Adisucipto No.167, Caturtunggal, Depok, Sleman. Di tepi Sungai Gajahwong yang tenang berdiri Museum Affandi, rumah sekaligus tempat berkarya maestro seni lukis Indonesia, Affandi. Museum ini bukan sekadar ruang pamer, tapi juga potret kehidupan seorang seniman yang menjadikan seni sebagai napas hidupnya.
Terdiri dari tiga galeri utama, museum ini menampilkan ratusan lukisan dan sketsa karya Affandi, sang istri Maryati, dan putrinya, Kartika Affandi. Bangunan galeri yang unik berbentuk melengkung seperti daun pisang mencerminkan gaya ekspresif sang maestro.
Dengan tiket masuk Rp 50.000, pengunjung tak hanya mendapat cenderamata berupa tas kecil dan minuman, tapi juga pengalaman yang tak ternilai.
Di galeri ketiga, terdapat musala, warung kecil, dan video dokumenter tentang perjalanan hidup Affandi. Kadang, pengunjung bahkan bisa bertemu langsung dengan Mami Kartika, putri sang pelukis, yang dengan ramah menceritakan kisah di balik karya-karya ayahnya.
Bagi yang ingin mencoba melukis, museum ini juga menyediakan kelas singkat yang dibimbing langsung oleh pemandu. Suasana tenang di tepi sungai dan keramahan staf membuat setiap kunjungan terasa personal dan berkesan.
Jogjakarta bukan sekadar kota dengan kuliner khas dan suasana romantis. Di balik hiruk-pikuk Malioboro, tersimpan ruang-ruang penuh cerita tentang sejarah, perjuangan, dan karya besar bangsa.
Dari Sonobudoyo yang sarat filosofi Jawa, Vredeburg yang menyimpan semangat perjuangan, hingga Museum Affandi yang mengekspresikan jiwa lewat warna. Ketiganya membuktikan bahwa Jogja tak hanya bisa dinikmati lewat rasa, tapi juga lewat sejarah dan seni yang hidup di setiap sudutnya. (rz)
Editor : A. Nugroho