Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Nikmatnya Kuliner Kayutangan: Dua Destinasi Legendaris yang Wajib Dicicipi di Jantung Kota Malang.

A. Nugroho • Selasa, 11 November 2025 | 20:45 WIB
LEGENDARIS: Depot Kayutangan dan De’Kajoetangan 1880 jadi dua destinasi kuliner wajib di kawasan Kayutangan, Malang.
LEGENDARIS: Depot Kayutangan dan De’Kajoetangan 1880 jadi dua destinasi kuliner wajib di kawasan Kayutangan, Malang.

MALANG — Kawasan Kayutangan di Kota Malang memang selalu menjadi magnet bagi para penikmat kuliner. Selain menghadirkan suasana heritage yang memikat dengan bangunan kolonial bersejarah, kawasan ini juga kaya akan pilihan kuliner yang memanjakan lidah. Setiap sudut menawarkan pengalaman gastronomi berbeda, mulai dari jajanan kaki lima hingga hidangan legendaris yang sudah menjadi favorit lintas generasi. Di antara sekian banyak tempat makan, dua lokasi menonjol sebagai ikon kuliner di jantung kota yaitu Depot Kayutangan dan De’Kajoetangan 1880.

Keduanya tidak sekadar menyajikan cita rasa khas Malang, tetapi juga menghadirkan atmosfer yang membuat pengunjung seolah kembali ke masa lampau, menyatu dengan sejarah panjang Kayutangan. Kedua tempat ini selalu ramai dikunjungi baik oleh warga lokal maupun wisatawan yang ingin menikmati kuliner sambil menikmati suasana heritage.

1. Depot Kayutangan
Berlokasi di Jl. Kahuripan No.18, Klojen, Depot Kayutangan menjadi salah satu destinasi kuliner yang paling digemari di kawasan Kayutangan. Buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB, depot ini menawarkan cwie mie khas Malang yang terkenal dengan rasa kaldu gurih dan suwiran daging ayam yang lembut. Menu populer seperti cwie mie bakso dan wonton menjadi favorit banyak pelanggan karena tekstur mi yang kenyal, daging ayam yang gurih tanpa berlebihan, dan bakso dengan cita rasa daging sapi yang padat.

Yang menarik dari Depot Kayutangan adalah konsep pelayanan klasik namun efisien. Pelanggan dapat langsung menikmati seporsi mi hangat yang disajikan lengkap dengan kuah bening gurih. Acar dan cabai yang tersedia untuk diambil sendiri menambah fleksibilitas rasa sesuai selera. Perpaduan gurih dari kaldu dan sensasi asam pedas dari sambal membuat setiap suapan terasa hidup dan nikmat.

Suasana depot tetap hangat meski ramai pengunjung. Staf yang cepat tanggap dan ramah memastikan setiap pesanan disajikan tanpa menunggu lama. Dengan harga yang masih terjangkau, Depot Kayutangan berhasil menjaga kualitas rasa sambil mempertahankan keaslian tradisi kuliner Malang.

2. De’Kajoetangan 1880

Beberapa hari kemudian, kawasan Kayutangan kembali menjadi tujuan untuk mencicipi kuliner legendaris lain, yaitu De’Kajoetangan 1880, berlokasi di Jl. Jenderal Basuki Rahmat No.69, Kauman, Klojen. Tempat ini buka sejak pukul 06.30 WIB, sehingga menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin sarapan sambil menikmati udara segar dan nuansa heritage Kayutangan.

De’Kajoetangan 1880 memadukan gaya modern dengan sentuhan vintage melalui interior bergaya kolonial dan ornamen kayu yang elegan. Menu unggulannya adalah nasi goreng omen deui dengan topping ayam, yang disajikan unik dengan ayam di atas nasi, bukan dicampur ke dalamnya. Tekstur ayam yang empuk dan juicy berpadu dengan nasi yang harum dan bumbu rempah seimbang, memberikan pengalaman makan yang memuaskan tanpa rasa berlebihan.

Selain kualitas makanan, kenyamanan tempat menjadi nilai lebih. Area duduk tertata rapi, bersih, dan memiliki jendela besar yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan jalanan Kayutangan. Suasana ini sempurna untuk menyantap sarapan atau sekadar menyeruput kopi atau teh hangat sambil menikmati nuansa heritage.

Mengunjungi Depot Kayutangan dan De’Kajoetangan 1880 memberikan pengalaman kuliner yang berbeda namun sama-sama memikat. Depot Kayutangan menawarkan rasa klasik Malang yang autentik dengan pelayanan hangat dan konsep sederhana namun efisien. Sementara De’Kajoetangan 1880 menyajikan hidangan lezat dalam nuansa modern dan elegan, tetap menjaga akar tradisi rasa khas Indonesia.

Kedua destinasi kuliner ini menjadi bukti bahwa Kayutangan bukan hanya soal sejarah dan bangunannya, tetapi juga soal cita rasa yang diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap hidangan membawa pengalaman gastronomi yang kaya, membuat kawasan ini tetap relevan bagi warga lokal maupun wisatawan yang ingin merasakan sensasi kuliner Malang secara otentik.

Bagi siapa pun yang menjelajahi Kayutangan, tidak ada salahnya menyempatkan waktu untuk mencicipi kedua tempat legendaris ini. Depot Kayutangan dan De’Kajoetangan 1880 bukan sekadar tempat makan, melainkan perpaduan antara cita rasa dan sejarah, di mana setiap suapan membawa kenangan dan kehangatan khas Malang. (rz)

Editor : A. Nugroho
#mi #kayutangan #malang #kuliner #nasi goreng