alexametrics
27.2 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Wagub Jatim Sebut Tong Tong Market Beri Multiplier Effect ke banyak Aspek

MALANG KOTA – The Shalimar Boutique Hotel kembali menghadirkan event tahunan terbesar, Tong Tong Night Market. Kegiatan yang telah berlangsung selama 3 hari, Jumat hingga Minggu (29 – 31/7). Gelaran yang menghadirkan berbagai tenant kuliner, mulai dari panganan lokal hingga panganan khas Belanda itu berlokasi di area Taman Tjerme, Jalan Cerme No 16 Malang, di depan The Shalimar Boutique Hotel.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak menuturkan, bahwa Kota Malang memiliki potensi pariwisata yang luar biasa sebagai kota heritage. Menurutnya potensi ini harus diperkaya dengan diadakannya kegiatan-kegiatan yang menguatkan nostalgia heritage tempo dulu seperti Tong Tong Night Market.

“Malang ini kota yang menurut saya punya potensi luar biasa menjadi kota heritage, kota wisata yang indah yang harus diisi dengan kegiatan-kegiatan seperti ini,” tuturnya.

Selain itu, menurut Emil, acara seperti ini memiliki multiple effect yang berkesinambungan ke berbagai aspek dan bisa memajukan potensi Kota Malang. Jika dilihat kontribusi pariwisata, kita lihat dari sektor akomodasi saja, itu menyumbang 7% dari total perekonomian Jawa Timur. Jika pariwisata bisa bangkit, diharapkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga bisa maju.

“Karena UMKM sendiri menyumbang 57% dari perekonomian Jawa Timur. Jadi sangat besar dampaknya bagi masyarakat,” katanya.

Sejalan dengan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan inisiasi diadakannya kegiatan ini sebuah bentuk usaha yang baik untuk memperkuat nuansa Kota Malang yang penuh dengan peninggalan-peninggalan heritage di benak masyarakat.

“Saya berterima kasih kepada inisiator acara ini. Hari ini kita tidak hanya diajak bernostalgia dengan suasana heritage saja, tapi juga diajak bernostalgia dengan makanan-makanan heritage,” ujarnya.

Sutiaji menambahkan, nuansa heritage Kota Malang yang memang sudah diatur sedemikian rupa kenyamanannya sejak zaman Belanda, menjadi daya tarik sendiri bagi Kota Malang. Diharapkan, nuansa heritage yang nyaman ini juga bisa mengundang wisatawan untuk berdatangan ke Kota Malang.

“Kota Malang ini kan sejak zaman Belanda dulu sudah di-setting sebagai kota untuk tempat tinggal. Banyak orang yang harapannya bisa tinggal di sini. Diharapkan ini yang mampu kita pertahankan, bagaimana supaya orang senang datang ke kota ini,” ujarnya.

Dalam pembukaan Tong Tong Market, turut hadir Duta Besar Kerajaan Belanda Untuk Indonesia Lambert Girjns, Wakil Ketua MPR RI, Yandri Susanto, dan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Malang Sutiaji juga memberikan sertifikat bangunan heritage kepada The Shalimar Boutique Hotel sebagai salah satu bangunan bersejarah peninggalan zaman Belanda yang masih dipertahankan dengan baik hingga saat ini.

Sementara itu, Marketing Manager The Shalimar Boutique Hotel Ester Helen menyampaikan event ini digelar sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap budaya dan sejarah, khususnya yang ada di wilayah Malang. Tak hanya itu, event ini menjadi salah satu pilihan tujuan wisata tahunan yang paling ditunggu baik wisatawan dalam maupun luar negeri. Juga menjadi penggerak kebangkitan Pariwisata Kota Malang.
“Melalui event ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia, khususnya bagi usaha kecil di kota Malang. Terbukti dari meningkatnya jumlah pengunjung Tong Tong Night Market dari tahun ke tahun,” katanya.

Pewarta dan foto: Binti Nikmatur Rosidah

MALANG KOTA – The Shalimar Boutique Hotel kembali menghadirkan event tahunan terbesar, Tong Tong Night Market. Kegiatan yang telah berlangsung selama 3 hari, Jumat hingga Minggu (29 – 31/7). Gelaran yang menghadirkan berbagai tenant kuliner, mulai dari panganan lokal hingga panganan khas Belanda itu berlokasi di area Taman Tjerme, Jalan Cerme No 16 Malang, di depan The Shalimar Boutique Hotel.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak menuturkan, bahwa Kota Malang memiliki potensi pariwisata yang luar biasa sebagai kota heritage. Menurutnya potensi ini harus diperkaya dengan diadakannya kegiatan-kegiatan yang menguatkan nostalgia heritage tempo dulu seperti Tong Tong Night Market.

“Malang ini kota yang menurut saya punya potensi luar biasa menjadi kota heritage, kota wisata yang indah yang harus diisi dengan kegiatan-kegiatan seperti ini,” tuturnya.

Selain itu, menurut Emil, acara seperti ini memiliki multiple effect yang berkesinambungan ke berbagai aspek dan bisa memajukan potensi Kota Malang. Jika dilihat kontribusi pariwisata, kita lihat dari sektor akomodasi saja, itu menyumbang 7% dari total perekonomian Jawa Timur. Jika pariwisata bisa bangkit, diharapkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga bisa maju.

“Karena UMKM sendiri menyumbang 57% dari perekonomian Jawa Timur. Jadi sangat besar dampaknya bagi masyarakat,” katanya.

Sejalan dengan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan inisiasi diadakannya kegiatan ini sebuah bentuk usaha yang baik untuk memperkuat nuansa Kota Malang yang penuh dengan peninggalan-peninggalan heritage di benak masyarakat.

“Saya berterima kasih kepada inisiator acara ini. Hari ini kita tidak hanya diajak bernostalgia dengan suasana heritage saja, tapi juga diajak bernostalgia dengan makanan-makanan heritage,” ujarnya.

Sutiaji menambahkan, nuansa heritage Kota Malang yang memang sudah diatur sedemikian rupa kenyamanannya sejak zaman Belanda, menjadi daya tarik sendiri bagi Kota Malang. Diharapkan, nuansa heritage yang nyaman ini juga bisa mengundang wisatawan untuk berdatangan ke Kota Malang.

“Kota Malang ini kan sejak zaman Belanda dulu sudah di-setting sebagai kota untuk tempat tinggal. Banyak orang yang harapannya bisa tinggal di sini. Diharapkan ini yang mampu kita pertahankan, bagaimana supaya orang senang datang ke kota ini,” ujarnya.

Dalam pembukaan Tong Tong Market, turut hadir Duta Besar Kerajaan Belanda Untuk Indonesia Lambert Girjns, Wakil Ketua MPR RI, Yandri Susanto, dan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Malang Sutiaji juga memberikan sertifikat bangunan heritage kepada The Shalimar Boutique Hotel sebagai salah satu bangunan bersejarah peninggalan zaman Belanda yang masih dipertahankan dengan baik hingga saat ini.

Sementara itu, Marketing Manager The Shalimar Boutique Hotel Ester Helen menyampaikan event ini digelar sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap budaya dan sejarah, khususnya yang ada di wilayah Malang. Tak hanya itu, event ini menjadi salah satu pilihan tujuan wisata tahunan yang paling ditunggu baik wisatawan dalam maupun luar negeri. Juga menjadi penggerak kebangkitan Pariwisata Kota Malang.
“Melalui event ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia, khususnya bagi usaha kecil di kota Malang. Terbukti dari meningkatnya jumlah pengunjung Tong Tong Night Market dari tahun ke tahun,” katanya.

Pewarta dan foto: Binti Nikmatur Rosidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/