24.7 C
Malang
Tuesday, 6 December 2022

Kreativitas, Kerajinan Tangan hingga Wedding Art Work Handmade Berkualitas

MALANG KOTA – Sejumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mewarnai Pasar Tugu Malang di setiap minggunya. Salah satunya adalah Ladifa yang menjual produk kerajinan tangan, dekorasi rumah, aksesoris, hingga wedding art work.

Karya produk yang ditawarkan Ladifa semuanya adalah handmade buatan tangan sendiri. Keunggulan produknya di bidang kerajinan tangan meliputi aksesoris gelang dan kalung. Ada juga wedding art work meliputi mahar dan souvenir pernikahan. Terakhir, ada dekorasi rumah yang outputnya sekarang adalah lebih banyak pemesanan hiasan dinding.

Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 30 ribu untuk kerajinan tangan. Sedangkan harga dekorasi rumah mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 150 ribu. Terakhir, ada harga wedding art work yang kisaran harganya mulai dari Rp 10 ribu hingga 1 paket mahar pernikahan sebesar Rp 300 ribu.

Model desain yang setiap tahunnya berubah sesuai minat masyarakat telah membuat Diwan selaku Owner Ladifa, juga harus mau tidak mau berkembang mengikuti zaman dan trend setiap tahunnya. “Model itu ada banyak dan kita selalu mengikuti trend setiap tahunnya. Sekarang lagi banyak yang pesan dengan trend minimalis, bohemian, dan etnik. Juga yang paling banyak pesanan sekarang itu dekorasi rumah,” jelas Diwan.

Dikisahkan, berjualan sejak 2010, penjualan yang dilakukan Diwan selama ini ternyata berawal dari fokusnya yang ada di produksi. Seringkali diambil dari reseller dan toko. “Sistem penjualan kita langsung drop agar orang yang akan belanja lusinan bisa dilayani dengan harga yang nggak mahal-mahal buat mereka jual lagi,” imbuhnya.

Zaman semakin maju dan teknologi juga semakin canggih memaksa Diwan memberanikan diri untuk memulai bisnis melalui e-commerce. Dimana jangkauan pembeliannya bisa lebih luas, tidak hanya di daerah Malang saja tetapi juga dari luar Malang. “Harus digiatkan lagi buat online store nya supaya bisa menjangkau pembeli dari luar Malang bahkan luar jawa,” ujarnya.

Dalam hal mempertahankan usaha bisnisnya, ibaratkan Diwan sudah jatuh tertimpa tangga. Baru-baru ini, kenaikan harga BBM ternyata juga ikut membuat Diwan khawatir akan keadaan UMKM saat ini. “Baru aja mulai merangkak naik lagi sesudah pandemi, tapi setelah ada keputusan pemerintah BBM naik jadi was-was dengan minat masyarakat untuk membeli juga akan menurun,” imbuh Diwan.

Selain berjualan setiap minggunya di Pasar Tugu Malang, Diwan juga menyediakan galeri di rumahnya di Jalan Tarupala No. 48, RT 25, RW 04, Kebonagung, Pakisaji. Ada juga media sosial berupa akun Instagram di la_difa dan Shopee diwan.a.

Pewarta : Nadhira Putri

MALANG KOTA – Sejumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mewarnai Pasar Tugu Malang di setiap minggunya. Salah satunya adalah Ladifa yang menjual produk kerajinan tangan, dekorasi rumah, aksesoris, hingga wedding art work.

Karya produk yang ditawarkan Ladifa semuanya adalah handmade buatan tangan sendiri. Keunggulan produknya di bidang kerajinan tangan meliputi aksesoris gelang dan kalung. Ada juga wedding art work meliputi mahar dan souvenir pernikahan. Terakhir, ada dekorasi rumah yang outputnya sekarang adalah lebih banyak pemesanan hiasan dinding.

Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 30 ribu untuk kerajinan tangan. Sedangkan harga dekorasi rumah mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 150 ribu. Terakhir, ada harga wedding art work yang kisaran harganya mulai dari Rp 10 ribu hingga 1 paket mahar pernikahan sebesar Rp 300 ribu.

Model desain yang setiap tahunnya berubah sesuai minat masyarakat telah membuat Diwan selaku Owner Ladifa, juga harus mau tidak mau berkembang mengikuti zaman dan trend setiap tahunnya. “Model itu ada banyak dan kita selalu mengikuti trend setiap tahunnya. Sekarang lagi banyak yang pesan dengan trend minimalis, bohemian, dan etnik. Juga yang paling banyak pesanan sekarang itu dekorasi rumah,” jelas Diwan.

Dikisahkan, berjualan sejak 2010, penjualan yang dilakukan Diwan selama ini ternyata berawal dari fokusnya yang ada di produksi. Seringkali diambil dari reseller dan toko. “Sistem penjualan kita langsung drop agar orang yang akan belanja lusinan bisa dilayani dengan harga yang nggak mahal-mahal buat mereka jual lagi,” imbuhnya.

Zaman semakin maju dan teknologi juga semakin canggih memaksa Diwan memberanikan diri untuk memulai bisnis melalui e-commerce. Dimana jangkauan pembeliannya bisa lebih luas, tidak hanya di daerah Malang saja tetapi juga dari luar Malang. “Harus digiatkan lagi buat online store nya supaya bisa menjangkau pembeli dari luar Malang bahkan luar jawa,” ujarnya.

Dalam hal mempertahankan usaha bisnisnya, ibaratkan Diwan sudah jatuh tertimpa tangga. Baru-baru ini, kenaikan harga BBM ternyata juga ikut membuat Diwan khawatir akan keadaan UMKM saat ini. “Baru aja mulai merangkak naik lagi sesudah pandemi, tapi setelah ada keputusan pemerintah BBM naik jadi was-was dengan minat masyarakat untuk membeli juga akan menurun,” imbuh Diwan.

Selain berjualan setiap minggunya di Pasar Tugu Malang, Diwan juga menyediakan galeri di rumahnya di Jalan Tarupala No. 48, RT 25, RW 04, Kebonagung, Pakisaji. Ada juga media sosial berupa akun Instagram di la_difa dan Shopee diwan.a.

Pewarta : Nadhira Putri

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/