alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Kena Pembatasan, Selecta Batu Tolak Ribuan Pengunjung

KOTA BATU – Beberapa tempat wisata di Kota Batu sudah buka. Di antaranya Taman Rekreasi Selecta, Museum Angkut, Batu Love Garden, Batu Night Spectacular dan Jatim Park 2. Namun banyak pengunjung yang kecewa. Pasalnya dengan adanya aturan pembatasan usia anak di bawah 12 tahun yang tidak diperbolehkan masuk telah merugikan pengelola tempat wisata.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyampaikan, dari hasil evaluasi uji coba tempat wisata telah berjalan dengan baik. Namun untuk persentase pengunjung yang diminta kembali lebih besar di antara orang-orang yang masuk ke tempat wisata. “Kemarin Selecta yang datang ke sana katanya lebih dari separo harus dikembalikan karena membawa anak kecil,” ujarnya.

Kondisi ini menurutnya menjadi sebuah evaluasi dan masukan kepada Kemenparekraf supaya ada kelonggaran aturan untuk masuk ke tempat wisata. Misalnya seperti orang tua yang telah vaksinasi membawa anaknya bisa diperbolehkan untuk masuk. “Umpamanya orang tua sudah vaksinasi, anaknya sehat apakah tidak seperti di mal bisa masuk anak 12 tahun. Nanti kami berikan masukan ke Kemenparekraf,” jelasnya.

Dinas Pariwisata Kota Batu akan membantu untuk mengusulkan kelonggaran terhadap aturan yang ada. “Anak-anak nggak boleh masuk kan lucu, masa orang tuanya aja yang main-main terus anak-anaknya gimana,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga mengatakan bagi tempat wisata lainnya yang sudah siap buka maka diminta untuk mengajukan permohonan uji coba ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). “Karena bukan hanya soal kasihan tempat wisata ya nanti ketika lama menyebabkan kerusakan-kerusakan di tempat wisata harus merenovasi memperbaiki lagi,” jelasnya.

Apalagi menurutnya, tempat-tempat wisata yang ada rata-rata menggandeng pelaku UMKM untuk mendukung kelengkapan fasilitasnya. “Bayangkan berapa ratus, berapa ribu UMKM yang tidak bisa berjualan,” kata Dewanti. Menurut Punjul kondisi tempat wisata lainnya yang ada telah siap untuk dibuka. Yakni dengan segala persiapan yang ada seperti sarana prasarana protokol kesehatan Covid-19.

Sementara itu, Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi mencontohkan Taman Rekreasi Selecta sejak 20 September hingga 29 September lalu telah menolak 2,812 pengunjung dan yang boleh masuk sebanyak 2,275 orang. Atau persentasenya sebesar 60 persen diperbolehkan masuk dan 40 persen tidak. Adanya aturan tidak boleh membawa anak dengan usia 12 tahun ke bawah menjadi kendala. Termasuk larangan untuk tidak membuka wisata air seperti kolam renang.

“Jadi 10 persen dari jumlah angka yang tidak boleh masuk itu alasannya karena kolam air ditutup,” katanya.

Melalui asosiasi PUTRI (Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia) pihaknya juga telah mengajukan kelonggaran aturan tempat wisata kepada Kemenparekraf. Namun Sujud mengatakan, hingga 4 Oktober akan ada evaluasi kebijakan PPKM. Sehingga diharapkan adanya perubahan terkait aturan tersebut. Untuk tempat wisata yang diperbolehkan buka masih belum diketahuinya.

“Namun yang jelas saat ini ada 40 tempat wisata buka di Jawa – Bali yang sebelumnya 20 tempat wisata,” katanya. Dia berharap untuk aturan pembatasan usia dapat dihapus dan diperbolehkannya wisata air.

Marketing Manager and Public Relation JTP Group Titik S Ariyanto mengatakan untuk Jawa Timur Park Group sudah ada tiga tempat wisata yang buka. Yakni Jatim Park 2, Museum Angkut dan Batu Love Garden. Semua tempat wisata itu juga telah menerapkan aplikasi PeduliLindungi dan telah mendapat QR barcode. “Namun kalau tidak bisa mendownload aplikasi di HP-nya, cukup menunjukkan kartu vaksinasi,” katanya.

Disampaikan Titik, setiap harinya di bawah 200 orang yang seharusnya bisa di angka ribuan orang. Hal ini karena adanya aturan pembatasan usia. Dia berharap dari pemerintah adanya kelonggaran aturan. “Perusahaan ini megap-megap, kita butuh dukungan berbagai pihak, kalau ada kelonggaran 12 tahun bisa ada toleransi didampingi vaksin, ke mal sudah diizinkan, kita mengerti anak-anak belum divaksinasi,” jelasnya.

Selain itu, untuk tempat wisata yang selanjutnya buka direncanakan yakni Jatim Park 3. Sebenarnya, dia mengatakan semua tempat wisata di Jawa Timur Park Group sudah bisa buka semua jika diizinkan oleh Kemenparekraf. Dan saat ini sudah siap semua dengan memiliki QR barcode sehingga bisa menerapkan aplikasi PeduliLindungi. (nug/lid/rmc)

KOTA BATU – Beberapa tempat wisata di Kota Batu sudah buka. Di antaranya Taman Rekreasi Selecta, Museum Angkut, Batu Love Garden, Batu Night Spectacular dan Jatim Park 2. Namun banyak pengunjung yang kecewa. Pasalnya dengan adanya aturan pembatasan usia anak di bawah 12 tahun yang tidak diperbolehkan masuk telah merugikan pengelola tempat wisata.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyampaikan, dari hasil evaluasi uji coba tempat wisata telah berjalan dengan baik. Namun untuk persentase pengunjung yang diminta kembali lebih besar di antara orang-orang yang masuk ke tempat wisata. “Kemarin Selecta yang datang ke sana katanya lebih dari separo harus dikembalikan karena membawa anak kecil,” ujarnya.

Kondisi ini menurutnya menjadi sebuah evaluasi dan masukan kepada Kemenparekraf supaya ada kelonggaran aturan untuk masuk ke tempat wisata. Misalnya seperti orang tua yang telah vaksinasi membawa anaknya bisa diperbolehkan untuk masuk. “Umpamanya orang tua sudah vaksinasi, anaknya sehat apakah tidak seperti di mal bisa masuk anak 12 tahun. Nanti kami berikan masukan ke Kemenparekraf,” jelasnya.

Dinas Pariwisata Kota Batu akan membantu untuk mengusulkan kelonggaran terhadap aturan yang ada. “Anak-anak nggak boleh masuk kan lucu, masa orang tuanya aja yang main-main terus anak-anaknya gimana,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga mengatakan bagi tempat wisata lainnya yang sudah siap buka maka diminta untuk mengajukan permohonan uji coba ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). “Karena bukan hanya soal kasihan tempat wisata ya nanti ketika lama menyebabkan kerusakan-kerusakan di tempat wisata harus merenovasi memperbaiki lagi,” jelasnya.

Apalagi menurutnya, tempat-tempat wisata yang ada rata-rata menggandeng pelaku UMKM untuk mendukung kelengkapan fasilitasnya. “Bayangkan berapa ratus, berapa ribu UMKM yang tidak bisa berjualan,” kata Dewanti. Menurut Punjul kondisi tempat wisata lainnya yang ada telah siap untuk dibuka. Yakni dengan segala persiapan yang ada seperti sarana prasarana protokol kesehatan Covid-19.

Sementara itu, Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi mencontohkan Taman Rekreasi Selecta sejak 20 September hingga 29 September lalu telah menolak 2,812 pengunjung dan yang boleh masuk sebanyak 2,275 orang. Atau persentasenya sebesar 60 persen diperbolehkan masuk dan 40 persen tidak. Adanya aturan tidak boleh membawa anak dengan usia 12 tahun ke bawah menjadi kendala. Termasuk larangan untuk tidak membuka wisata air seperti kolam renang.

“Jadi 10 persen dari jumlah angka yang tidak boleh masuk itu alasannya karena kolam air ditutup,” katanya.

Melalui asosiasi PUTRI (Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia) pihaknya juga telah mengajukan kelonggaran aturan tempat wisata kepada Kemenparekraf. Namun Sujud mengatakan, hingga 4 Oktober akan ada evaluasi kebijakan PPKM. Sehingga diharapkan adanya perubahan terkait aturan tersebut. Untuk tempat wisata yang diperbolehkan buka masih belum diketahuinya.

“Namun yang jelas saat ini ada 40 tempat wisata buka di Jawa – Bali yang sebelumnya 20 tempat wisata,” katanya. Dia berharap untuk aturan pembatasan usia dapat dihapus dan diperbolehkannya wisata air.

Marketing Manager and Public Relation JTP Group Titik S Ariyanto mengatakan untuk Jawa Timur Park Group sudah ada tiga tempat wisata yang buka. Yakni Jatim Park 2, Museum Angkut dan Batu Love Garden. Semua tempat wisata itu juga telah menerapkan aplikasi PeduliLindungi dan telah mendapat QR barcode. “Namun kalau tidak bisa mendownload aplikasi di HP-nya, cukup menunjukkan kartu vaksinasi,” katanya.

Disampaikan Titik, setiap harinya di bawah 200 orang yang seharusnya bisa di angka ribuan orang. Hal ini karena adanya aturan pembatasan usia. Dia berharap dari pemerintah adanya kelonggaran aturan. “Perusahaan ini megap-megap, kita butuh dukungan berbagai pihak, kalau ada kelonggaran 12 tahun bisa ada toleransi didampingi vaksin, ke mal sudah diizinkan, kita mengerti anak-anak belum divaksinasi,” jelasnya.

Selain itu, untuk tempat wisata yang selanjutnya buka direncanakan yakni Jatim Park 3. Sebenarnya, dia mengatakan semua tempat wisata di Jawa Timur Park Group sudah bisa buka semua jika diizinkan oleh Kemenparekraf. Dan saat ini sudah siap semua dengan memiliki QR barcode sehingga bisa menerapkan aplikasi PeduliLindungi. (nug/lid/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/