alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Pemkot Malang Buka 22 Kampung Tematik, Wajib PeduliLindungi

MALANG KOTA – Pemkot Malang berencana untuk memperluas kebijakan pembukaan sektor wisata, bersamaan dengan melandainya kasus Covid-19 di Kota Malang. Setelah dilakukan uji coba Hawai Water Park, Pemkot Malang segera membuka kembali kampung tematik yang hingga kini masih tutup.

Wali Kota Malang Sutiaji telah menyiapkan skema kembali dibukanya 22 kampung tematik dengan memasang aplikasi PeduliLindungi. Hal itu dia lakukan lantaran asesmen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menilai Kota Malang sudah PPKM level 2. Dia yakin Kota Malang bisa masuk PPKM level 1. “Insyaallah ya, kita kan juga ingin pariwisata kembali pulih perlahan,” harapnya.

Orang nomor satu di Kota Malang itu ingin penggunaan aplikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI ini bisa digunakan seluruh sektor. Menurutnya, dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di setiap kampung tematik dapat memastikan wisatawan yang datang pasti sudah tervaksin. Selain itu juga memudahkan petugas untuk melakukan tracing jika nantinya terdapat klaster penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menuturkan, pembukaan kampung tematik masih perlu kajian. Khususnya terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

“Ini kan aplikasi buatan pemerintah pusat, kita akan usulkan dulu, karena daftarnya nanti kita kirim ke Kemenparekraf RI,” beber Ida.

Pejabat eselon II-B Pemkot Malang itu menambahkan pihaknya telah melakukan pendataan kesiapan dari masing-masing kampung tematik. Saat ini mereka juga tengah melakukan pembukaan event namun secara virtual. Pihaknya berharap level PPKM Kota Malang dapat segera turun. Supaya aktivitas wisata khususnya di masing-masing kampung tematik dapat terlaksana kembali dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Mudah-mudahan tanggal 4 (Oktober) sudah level 1, sehingga destinasi dan event sudah bisa kita lakukan,” pungkasnya. (adn/nay/rmc)

MALANG KOTA – Pemkot Malang berencana untuk memperluas kebijakan pembukaan sektor wisata, bersamaan dengan melandainya kasus Covid-19 di Kota Malang. Setelah dilakukan uji coba Hawai Water Park, Pemkot Malang segera membuka kembali kampung tematik yang hingga kini masih tutup.

Wali Kota Malang Sutiaji telah menyiapkan skema kembali dibukanya 22 kampung tematik dengan memasang aplikasi PeduliLindungi. Hal itu dia lakukan lantaran asesmen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menilai Kota Malang sudah PPKM level 2. Dia yakin Kota Malang bisa masuk PPKM level 1. “Insyaallah ya, kita kan juga ingin pariwisata kembali pulih perlahan,” harapnya.

Orang nomor satu di Kota Malang itu ingin penggunaan aplikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI ini bisa digunakan seluruh sektor. Menurutnya, dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di setiap kampung tematik dapat memastikan wisatawan yang datang pasti sudah tervaksin. Selain itu juga memudahkan petugas untuk melakukan tracing jika nantinya terdapat klaster penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menuturkan, pembukaan kampung tematik masih perlu kajian. Khususnya terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

“Ini kan aplikasi buatan pemerintah pusat, kita akan usulkan dulu, karena daftarnya nanti kita kirim ke Kemenparekraf RI,” beber Ida.

Pejabat eselon II-B Pemkot Malang itu menambahkan pihaknya telah melakukan pendataan kesiapan dari masing-masing kampung tematik. Saat ini mereka juga tengah melakukan pembukaan event namun secara virtual. Pihaknya berharap level PPKM Kota Malang dapat segera turun. Supaya aktivitas wisata khususnya di masing-masing kampung tematik dapat terlaksana kembali dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Mudah-mudahan tanggal 4 (Oktober) sudah level 1, sehingga destinasi dan event sudah bisa kita lakukan,” pungkasnya. (adn/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/