alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

PKM Darurat, 22 Kampung Tematik Kota Malang Lockdown

MALANG KOTA – Seiring dengan penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kota Malang, sebanyak 22 kampung tematik tutup untuk sementara waktu. Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang Isa Wahyudi mengatakan, hal itu karena berdasarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 35 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat.

Sesuai dengan poin satu di SE tersebut, seluruh masyarakat, pelaku usaha, pengelola tempat ibadah dan perkantoran, serta pengelola pendidikan wajib melaksanakan protokol kesehatan. ”Salah satunya, dengan mematuhi ketentuan dalam Instruksi Menteri dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat tersebut,” terangnya.

Selain itu, disampaikan pula, juga menyesuaikan dengan poin dua berdasarkan Instruksi Menteri dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 yakni tentang fasilitas umum di antaranya area publik, taman umum, tempat wisata, tempat wisata umum, dan area publik lainnya harus tutup sementara.
Karenanya, Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata Kampung Tematik Kota Malang memutuskan bahwa sebanyak 22 Kampung Tematik Kota Malang tutup untuk sementara.

”Itu yang dikelola oleh Pokdarwis untuk kunjungan wisata,” tambahnya.

22 kampung tematik itu adalah Kampung Budaya Polowijen, Kampung Kajoetangan Heritage, Kampung Topeng Baran, Kampung Tridi, dan Kampung Gribig Religi. Selain itu, juga ada Kampung Terapi Hijau, Kampung Putih, Kampung Biru Arema, Koeboeran Londo, Kampung Grabah Penanggungan, dan Kampung Kramat Kasin juga tutup untuk sementara.

Begitu pula dengan Kampung Bambu Mewek Park, Kampung Lampion Wangi, Kampung Rolak Indahku, Kampung Glintung Water Street, Kampung Wisata Aeng Hamid Rusdi, Kampung Warna-warni Jodipan, dan Kawasan Wisata Panawijen juga dilakukan tutup untuk sementara waktu.

Namun, untuk Kampung Nila Slilir, hanya buka untuk pengunjung yang ingin berbelanja ikan, Kampung Satrio Turonggo Jati yang juga buka untuk latihan, dan Kampung Tempe Sanan buka untuk belanja serta kampung Keramik Dinoyo yang juga buka untuk belanja saja.

”Untuk belanja buka, tapi untuk wisata tutup,” pungkasnya. (ulf/mas/rmc)

MALANG KOTA – Seiring dengan penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kota Malang, sebanyak 22 kampung tematik tutup untuk sementara waktu. Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang Isa Wahyudi mengatakan, hal itu karena berdasarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 35 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat.

Sesuai dengan poin satu di SE tersebut, seluruh masyarakat, pelaku usaha, pengelola tempat ibadah dan perkantoran, serta pengelola pendidikan wajib melaksanakan protokol kesehatan. ”Salah satunya, dengan mematuhi ketentuan dalam Instruksi Menteri dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat tersebut,” terangnya.

Selain itu, disampaikan pula, juga menyesuaikan dengan poin dua berdasarkan Instruksi Menteri dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 yakni tentang fasilitas umum di antaranya area publik, taman umum, tempat wisata, tempat wisata umum, dan area publik lainnya harus tutup sementara.
Karenanya, Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata Kampung Tematik Kota Malang memutuskan bahwa sebanyak 22 Kampung Tematik Kota Malang tutup untuk sementara.

”Itu yang dikelola oleh Pokdarwis untuk kunjungan wisata,” tambahnya.

22 kampung tematik itu adalah Kampung Budaya Polowijen, Kampung Kajoetangan Heritage, Kampung Topeng Baran, Kampung Tridi, dan Kampung Gribig Religi. Selain itu, juga ada Kampung Terapi Hijau, Kampung Putih, Kampung Biru Arema, Koeboeran Londo, Kampung Grabah Penanggungan, dan Kampung Kramat Kasin juga tutup untuk sementara.

Begitu pula dengan Kampung Bambu Mewek Park, Kampung Lampion Wangi, Kampung Rolak Indahku, Kampung Glintung Water Street, Kampung Wisata Aeng Hamid Rusdi, Kampung Warna-warni Jodipan, dan Kawasan Wisata Panawijen juga dilakukan tutup untuk sementara waktu.

Namun, untuk Kampung Nila Slilir, hanya buka untuk pengunjung yang ingin berbelanja ikan, Kampung Satrio Turonggo Jati yang juga buka untuk latihan, dan Kampung Tempe Sanan buka untuk belanja serta kampung Keramik Dinoyo yang juga buka untuk belanja saja.

”Untuk belanja buka, tapi untuk wisata tutup,” pungkasnya. (ulf/mas/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/