alexametrics
19.6 C
Malang
Thursday, 30 June 2022

Empat Tahun Berdiri, Ngalambeksa Raih 18 Prestasi

KOTA MALANG – Ngalambeksa Community, komunitas yang intens pada seni tari, musik dan teater, memang baru terbentuk 2016 lalu. Meski begitu, di usia empat tahun, komunitas ini sudah berhasil meraih 18 prestasi. Tak cuma di dalam negeri, tapi hingga luar negeri.

Di antaranya, di tahun ini, Ngalambeksa masuk lima besar karya terbaik virtual Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).

“Saya masih ingat itu, ada sekitar 1.500an lebih peserta, disaring jadi 40 besar, dan masuk lima besar lewat karya Solah Cak Wetanan,” ujar Sandhidea CN, salah satu pendiri Ngalambeksa Community.

Sandhi senang, dari berbagai pentas ke Sumatera, Kalimantan, Bali dan daerah lainnya, sekarang nama Ngalambeksa dilirik banyak orang. “Hingga saat ini, kami anggota, ada lebih dari 20 orang. Kalau karya, ada banyak. Kami ada chanel youtube nya juga,” ungkapnya.

“Beberapa perwakilan kami, diajak kerjasama dengan seniman Kuala Lumpur, Nyoba Kan Company,” jelas alumnus SMPN 4 ini.

Saat itu, seniman Malaysia tertarik dengan gerak tari yang diperagakan penari Ngalambeksa Community. Sehingga, selama satu bulan, Sandhi dan rekan-rekannya menentap di Malaysia. Mereka berlatih, menggarap karya Rama dan Shinta.

“Kebetulan saya, jadi narator, rama anoman, dan shintanya anggota saya sekaligus istri saya,” ujarnya sambil tersenyum.

Tiga kali, dia dan tim dari Malaysia berpentas keliling panggung. “1,5 jam durasi penampilannya. Kami juga ada Youtube nya,” tambah pria asli Malang ini.

Lebih lanjut, Sandhi mengatakan bahwa, meski tergabung dalam Ngalambeksa, anggotanya boleh mengikuti aktivitas di grup atau komunitas lain.

Prinsipnya, ketika ada kesempatan bagus, jangan disia-siakan.

”Saya selalu membantu semua anggota. Kalau sudah berkesenian harus totalitas. Kalau ada yang bilang, penari-penari di komunitas Ngalambeksa pasti bagus, itu karena mereka sendiri yang berusaha keras,” tambahnya.

Pewarta: Sandra DC

KOTA MALANG – Ngalambeksa Community, komunitas yang intens pada seni tari, musik dan teater, memang baru terbentuk 2016 lalu. Meski begitu, di usia empat tahun, komunitas ini sudah berhasil meraih 18 prestasi. Tak cuma di dalam negeri, tapi hingga luar negeri.

Di antaranya, di tahun ini, Ngalambeksa masuk lima besar karya terbaik virtual Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).

“Saya masih ingat itu, ada sekitar 1.500an lebih peserta, disaring jadi 40 besar, dan masuk lima besar lewat karya Solah Cak Wetanan,” ujar Sandhidea CN, salah satu pendiri Ngalambeksa Community.

Sandhi senang, dari berbagai pentas ke Sumatera, Kalimantan, Bali dan daerah lainnya, sekarang nama Ngalambeksa dilirik banyak orang. “Hingga saat ini, kami anggota, ada lebih dari 20 orang. Kalau karya, ada banyak. Kami ada chanel youtube nya juga,” ungkapnya.

“Beberapa perwakilan kami, diajak kerjasama dengan seniman Kuala Lumpur, Nyoba Kan Company,” jelas alumnus SMPN 4 ini.

Saat itu, seniman Malaysia tertarik dengan gerak tari yang diperagakan penari Ngalambeksa Community. Sehingga, selama satu bulan, Sandhi dan rekan-rekannya menentap di Malaysia. Mereka berlatih, menggarap karya Rama dan Shinta.

“Kebetulan saya, jadi narator, rama anoman, dan shintanya anggota saya sekaligus istri saya,” ujarnya sambil tersenyum.

Tiga kali, dia dan tim dari Malaysia berpentas keliling panggung. “1,5 jam durasi penampilannya. Kami juga ada Youtube nya,” tambah pria asli Malang ini.

Lebih lanjut, Sandhi mengatakan bahwa, meski tergabung dalam Ngalambeksa, anggotanya boleh mengikuti aktivitas di grup atau komunitas lain.

Prinsipnya, ketika ada kesempatan bagus, jangan disia-siakan.

”Saya selalu membantu semua anggota. Kalau sudah berkesenian harus totalitas. Kalau ada yang bilang, penari-penari di komunitas Ngalambeksa pasti bagus, itu karena mereka sendiri yang berusaha keras,” tambahnya.

Pewarta: Sandra DC

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/