alexametrics
19.8 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

Okupansi Hotel di Kota Malang Naik, Akhir Pekan Sampai 40 Persen

MALANG KOTA – Setelah Kota Malang memasuki PPKM Level 3, okupansi hotel mulai mengalami kenaikan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang mencatat, okupansi hotel meningkat menjadi 15 hingga 20 persen untuk hari biasa. Sementara untuk akhir pekan mencapai 40 persen.

Sebelumya, pada masa PPKM Level 4, okupansi hotel tercatat hanya 10 persen. Ketua PHRI Badan Pimpinan Cabang (BPC) Kota Malang Agoes Basoeki mengatakan, okupansi hotel sedikit demi sedikit mengalami kenaikan meski belum signifikan. “Hari biasa ada peningkatan sedikit, masih sekitar 10 hingga 20 persen. Tetapi saat weekend kemarin ada peningkatan yang lumayan, bisa sampai 40 persen,” ujarnya.

Agoes menjelaskan, peningkatan pada akhir pekan dipicu kondisi masyarakat yang mengalami kejenuhan akibat penerapan PPKM Darurat dan Level 4 selama dua bulan. “Mungkin orang rindu untuk menikmati suasana hotel, tetapi harapannya protokol kesehatan tetap dijaga,” sambungnya.

Meskipun okupansi naik perlahan, pendapatan hotel belum bisa dikatakan kembali normal. Pasalnya, harga kamar diturunkan untuk menarik pengunjung atau tamu menginap di hotel tersebut. “Seperti contoh, biasanya harga kamar Rp 1 juta tapi dijualnya Rp 500 ribu. Yang penting ada pemasukan dari pengunjung. Itu merupakan salah satu cara agar hotel tetap bertahan,” beber Agoes.

Selain itu, pihak hotel juga melakukan strategi lainnya untuk menarik pengunjung. Di antaranya melakukan kreasi-kreasi terbaru yakni menyajikan menu makanan yang belum pernah ada sebelumnya. Serta, mengadakan promo-promo menarik dan diskon kepada pengunjung atau tamu hotel.

“Ada penambahan pendapatan dari hotel dari resepsi pernikahan, walaupun jumlahnya juga dibatasi. Lumayan sedikit membantu,” terang dia.

PHRI Kota Malang juga menekankan kepada hotel untuk tetap menjaga protokol kesehatan, meskipun sudah berada di PPKM Level 3. Pihaknya terus menghimbau untuk hotel, restoran maupun tempat wisata untuk bersertifkat CHSE (Sertifikat kepada pelaku pariwisata untuk menjaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan). “Ini juga sebagai nilai tambah di mata pengunjung, kalau sudah memiliki sertifikat CHSE. Agar tamu lebih aman dan nyaman,” tutup Agoes.

Pewarta: Andika Satria Perdana

MALANG KOTA – Setelah Kota Malang memasuki PPKM Level 3, okupansi hotel mulai mengalami kenaikan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang mencatat, okupansi hotel meningkat menjadi 15 hingga 20 persen untuk hari biasa. Sementara untuk akhir pekan mencapai 40 persen.

Sebelumya, pada masa PPKM Level 4, okupansi hotel tercatat hanya 10 persen. Ketua PHRI Badan Pimpinan Cabang (BPC) Kota Malang Agoes Basoeki mengatakan, okupansi hotel sedikit demi sedikit mengalami kenaikan meski belum signifikan. “Hari biasa ada peningkatan sedikit, masih sekitar 10 hingga 20 persen. Tetapi saat weekend kemarin ada peningkatan yang lumayan, bisa sampai 40 persen,” ujarnya.

Agoes menjelaskan, peningkatan pada akhir pekan dipicu kondisi masyarakat yang mengalami kejenuhan akibat penerapan PPKM Darurat dan Level 4 selama dua bulan. “Mungkin orang rindu untuk menikmati suasana hotel, tetapi harapannya protokol kesehatan tetap dijaga,” sambungnya.

Meskipun okupansi naik perlahan, pendapatan hotel belum bisa dikatakan kembali normal. Pasalnya, harga kamar diturunkan untuk menarik pengunjung atau tamu menginap di hotel tersebut. “Seperti contoh, biasanya harga kamar Rp 1 juta tapi dijualnya Rp 500 ribu. Yang penting ada pemasukan dari pengunjung. Itu merupakan salah satu cara agar hotel tetap bertahan,” beber Agoes.

Selain itu, pihak hotel juga melakukan strategi lainnya untuk menarik pengunjung. Di antaranya melakukan kreasi-kreasi terbaru yakni menyajikan menu makanan yang belum pernah ada sebelumnya. Serta, mengadakan promo-promo menarik dan diskon kepada pengunjung atau tamu hotel.

“Ada penambahan pendapatan dari hotel dari resepsi pernikahan, walaupun jumlahnya juga dibatasi. Lumayan sedikit membantu,” terang dia.

PHRI Kota Malang juga menekankan kepada hotel untuk tetap menjaga protokol kesehatan, meskipun sudah berada di PPKM Level 3. Pihaknya terus menghimbau untuk hotel, restoran maupun tempat wisata untuk bersertifkat CHSE (Sertifikat kepada pelaku pariwisata untuk menjaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan). “Ini juga sebagai nilai tambah di mata pengunjung, kalau sudah memiliki sertifikat CHSE. Agar tamu lebih aman dan nyaman,” tutup Agoes.

Pewarta: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/