alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

5 Tradisi Isra Miraj di Indonesia, dari Kirab Buraq hingga Nyadran

RADAR MALANG – Bagi umat muslim, peringatan Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting yang akan selalu dikenang dalam sejarah Islam. Isra Miraj mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini diperingati sebagai perjalanan suci Rasulullah sekaligus tanda kekuasaan Allah SWT.

“Semoga barokah dan selamat memperingati Isra Miraj. Ya Allah jadikan kami hamba-hamba-Mu sehingga bisa Engkau Israkan dan Mirajkan lebih luas lagi perjalanan kami menjadi berwarna dan lebih tinggi lagi secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya” ujar Ustadz Yusuf Mansur.

Baca juga : Jaga Tradisi Islam Nusantara, 800 Dosen-Karyawan Unisma Sarungan

Melansir dari berbagai sumber (11/3), di Indonesia sendiri, Isra miraj diperingati dengan berbagai tradisi, diantaranya:

1. Rejeban Peksi Buraq

Peksi Burak dibuat menggunakan buah dan kulit jeruk bali. Kulit tersebut dibentuk dan diukir menyerupai badan, leher, kepala, dan sayap burung.(kratonjogja/ist)

Perayaan ini dirayakan di Yogyakarta, Buraq adalah nama burung yang dikendarai oleh Nabi Muhammad saat melakukan perjalanan.
Dalam tradisi ini, warga membuat dua jenis buraq dari kulit jeruk bali yang nantinya dipasang di atas gunungan buah-buahan dan dibawa oleh abdi dalem Kaji Selusin menuju Serambi Masjid Gede Kauman. Selanjutnya gunungan tersebut akan dibagikan kepada jamaah masjid setelah pengajian.

2. Nganggung

Nganggung (ist)

Dilakukan di Bangka Belitung, tradisi ini meminta warga untuk membawa makanan dari rumah masing-masing menggunakan rantang. Makanan yang dibawa pun beragam mulai dari kue, buah-buahan, hingga nasi dan lauk pauknya.

3. Rajaban

Rajaban (budayajawa.id)

Dilakukan oleh masyarakat Cirebon, warga beramai-ramai berziarah ke Plangon yakni makam dua penyebar ajaran agama Islam di Cirebon yaitu Pangeran Kejaksan dan Pangeran Panjunan.
Rajaban juga biasanya digelar di Keraton Kasepuhan Cirebon berupa pengajian untuk masyarakat umum. Selain itu, acara dilanjutkan dengan membagikan nasi bogana yang berisi kentang, telur, ayam, tempe, tau, parutan kelapa, dan bumbu kuning. Dimana hidangan akan dibagikan ke waga keratin, kaum masjid, abdi dalem, dan masyarakat Mager Sari.

4. Khatam Kitab Arjo

ilustrasi khatam kitab arja (nuorid/ist)

Dilakukan oleh warga Desa Wonoboyo, Temanggung. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh warga setelah salat Isya yang diawali dengan tahlil singkat lalu dilanjutkan membaca Kitan Arja. Kitab ini berisi tentang perjalanan Nabi Muhammad hingga terjadinya Isra Miraj yang ditulis dalam bahasa Jawa karangan KH Ahmad Rifai Al-Jawi.

5. Nyadran

Nyadran (humas menpanrb/ist)

Di Kampung Sirawak, Gunungpati, warga merayakan Isra Miraj dengan nyadran atau berdoa kepada para leluhur. Warga akan berkunjung ke makam-makam leluhur lalu berdoa. Kemudian dilanjutkan denngan pengajian di Masjid Baitul Muslimin Sirawak. Selanjutnya, tradisi Isra Miraj ini dilanjutkan dengan karnaval.

Penulis : Khrisna Ambar

RADAR MALANG – Bagi umat muslim, peringatan Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting yang akan selalu dikenang dalam sejarah Islam. Isra Miraj mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini diperingati sebagai perjalanan suci Rasulullah sekaligus tanda kekuasaan Allah SWT.

“Semoga barokah dan selamat memperingati Isra Miraj. Ya Allah jadikan kami hamba-hamba-Mu sehingga bisa Engkau Israkan dan Mirajkan lebih luas lagi perjalanan kami menjadi berwarna dan lebih tinggi lagi secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya” ujar Ustadz Yusuf Mansur.

Baca juga : Jaga Tradisi Islam Nusantara, 800 Dosen-Karyawan Unisma Sarungan

Melansir dari berbagai sumber (11/3), di Indonesia sendiri, Isra miraj diperingati dengan berbagai tradisi, diantaranya:

1. Rejeban Peksi Buraq

Peksi Burak dibuat menggunakan buah dan kulit jeruk bali. Kulit tersebut dibentuk dan diukir menyerupai badan, leher, kepala, dan sayap burung.(kratonjogja/ist)

Perayaan ini dirayakan di Yogyakarta, Buraq adalah nama burung yang dikendarai oleh Nabi Muhammad saat melakukan perjalanan.
Dalam tradisi ini, warga membuat dua jenis buraq dari kulit jeruk bali yang nantinya dipasang di atas gunungan buah-buahan dan dibawa oleh abdi dalem Kaji Selusin menuju Serambi Masjid Gede Kauman. Selanjutnya gunungan tersebut akan dibagikan kepada jamaah masjid setelah pengajian.

2. Nganggung

Nganggung (ist)

Dilakukan di Bangka Belitung, tradisi ini meminta warga untuk membawa makanan dari rumah masing-masing menggunakan rantang. Makanan yang dibawa pun beragam mulai dari kue, buah-buahan, hingga nasi dan lauk pauknya.

3. Rajaban

Rajaban (budayajawa.id)

Dilakukan oleh masyarakat Cirebon, warga beramai-ramai berziarah ke Plangon yakni makam dua penyebar ajaran agama Islam di Cirebon yaitu Pangeran Kejaksan dan Pangeran Panjunan.
Rajaban juga biasanya digelar di Keraton Kasepuhan Cirebon berupa pengajian untuk masyarakat umum. Selain itu, acara dilanjutkan dengan membagikan nasi bogana yang berisi kentang, telur, ayam, tempe, tau, parutan kelapa, dan bumbu kuning. Dimana hidangan akan dibagikan ke waga keratin, kaum masjid, abdi dalem, dan masyarakat Mager Sari.

4. Khatam Kitab Arjo

ilustrasi khatam kitab arja (nuorid/ist)

Dilakukan oleh warga Desa Wonoboyo, Temanggung. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh warga setelah salat Isya yang diawali dengan tahlil singkat lalu dilanjutkan membaca Kitan Arja. Kitab ini berisi tentang perjalanan Nabi Muhammad hingga terjadinya Isra Miraj yang ditulis dalam bahasa Jawa karangan KH Ahmad Rifai Al-Jawi.

5. Nyadran

Nyadran (humas menpanrb/ist)

Di Kampung Sirawak, Gunungpati, warga merayakan Isra Miraj dengan nyadran atau berdoa kepada para leluhur. Warga akan berkunjung ke makam-makam leluhur lalu berdoa. Kemudian dilanjutkan denngan pengajian di Masjid Baitul Muslimin Sirawak. Selanjutnya, tradisi Isra Miraj ini dilanjutkan dengan karnaval.

Penulis : Khrisna Ambar

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/