alexametrics
24.1 C
Malang
Thursday, 21 October 2021

Coban Rais Batu Tutup, Pengunjung Belok ke Coban Putri

KOTA BATU – Coban Putri di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu menjadi altrenatif bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam di Kota Batu.
Dari pantauan Radar Batu, Minggu (10/10), Coban Putri yang berjarak kurang lebih 300 Meter dengan Coban Rais sudah terlihat banyak pengunjung.

Coban yang memiliki 2 air terjun ini sangat memanjakan mata. Widya Purnama Sari, 24, salah seorang pengunjung di Coban Putri mengatakan jika dirinya datang ke Coban Putri untuk sejenak melepas penat setelah Senin hingga Jumat dirinya disibukkan dengan pekerjaannya sebagai akuntan di salah satu perusahaan showroom mobil di Kota Malang.

“Ya melepas penat saja, karena di sini suasananya sejuk dan tenang,” ucapnya ketika diwawancarai di lokasi Coban Putri, Jumat (8/10).

Galuh Sri Setiyani, 20, mahasiswi di salah satu universitas di Kota Malang mengatakan, jika dirinya datang ke Coban Putri sekadar ingin berswafoto dan melepas penat. Galuh mengatakan jika tujuan awal adalah ke Coban Rais, namun karena wisata Coban Rais masih ditutup, ia beralih ke Coban Putri.

“Tadi sebenarnya mau ke Coban Rais, tapi masih tutup, ya akhirnya ke sini (Coban Putri). Toh di sini pemandangannya juga gak kalah menarik dan sejuk,” ucap perempuan yang sedang magang di Lapas Perempuan Sukun Malang ini.

Untuk masuk ke Wisata Coban Putri ini, para wisatawan tidak usah risau dengan biaya. Heru Kemit, petugas parkir di Coban Putri, pengunjung hanya membayar biaya parkir sebesar Rp 5.000.

Akses masuknya juga mudah untuk dilewati kendaraan. “Jalannya enak, murah, dan memanjakan kita dengan suasana alamnya. Pokok e los gak rewel (pokoknya mudah dan tidak repot),” ucap Heru.

Dibukanya wisata Coban Putri juga membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kaki lima di daerah Coban Putri. Acmad Tohir, 54, warga Dau Kabupaten Malang yang berjualan sempol di kawasan Coban Putri mengatakan, jika dibukanya wisata Coban Putri membawa rezeki bagi dirinya. Terutama di saat weekend.

“Saya berharap bisa tetap dibuka, karena ini juga salah satu harapan penghasilan kami pedagang kaki lima,” ucapnya.

Santi Nuraini, 45, warga Desa Tlekung, Junrejo, Kota Batu yang berjualan di warung kawasan Coban Putri juga mengatakan hal yang serupa. Dia menggantungkan hidupnya dari ramainya wisatawan yang datang di Coban Putri.

“Sebelum dibuka saya dan keluarga sempat bingung harus bagaimana, karena tidak ada penghasilan. Untungnya ini (Coban Putri) dibuka kembali, jadi saya bisa sedikit-sedikit dapat memulihkan ekonomi keluarga,” ucap ibu dua anak ini.

Ia juga mengaku walaupun penghasilannya tak seperti sebelum pandemi, namun pada weekend kali ini bisa meraup omzet hingga Rp 300.000. Ia berharap agar pemerintah segera membebaskan kembali pembukaan tempat wisata.(cj6/lid/rmc)

KOTA BATU – Coban Putri di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu menjadi altrenatif bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam di Kota Batu.
Dari pantauan Radar Batu, Minggu (10/10), Coban Putri yang berjarak kurang lebih 300 Meter dengan Coban Rais sudah terlihat banyak pengunjung.

Coban yang memiliki 2 air terjun ini sangat memanjakan mata. Widya Purnama Sari, 24, salah seorang pengunjung di Coban Putri mengatakan jika dirinya datang ke Coban Putri untuk sejenak melepas penat setelah Senin hingga Jumat dirinya disibukkan dengan pekerjaannya sebagai akuntan di salah satu perusahaan showroom mobil di Kota Malang.

“Ya melepas penat saja, karena di sini suasananya sejuk dan tenang,” ucapnya ketika diwawancarai di lokasi Coban Putri, Jumat (8/10).

Galuh Sri Setiyani, 20, mahasiswi di salah satu universitas di Kota Malang mengatakan, jika dirinya datang ke Coban Putri sekadar ingin berswafoto dan melepas penat. Galuh mengatakan jika tujuan awal adalah ke Coban Rais, namun karena wisata Coban Rais masih ditutup, ia beralih ke Coban Putri.

“Tadi sebenarnya mau ke Coban Rais, tapi masih tutup, ya akhirnya ke sini (Coban Putri). Toh di sini pemandangannya juga gak kalah menarik dan sejuk,” ucap perempuan yang sedang magang di Lapas Perempuan Sukun Malang ini.

Untuk masuk ke Wisata Coban Putri ini, para wisatawan tidak usah risau dengan biaya. Heru Kemit, petugas parkir di Coban Putri, pengunjung hanya membayar biaya parkir sebesar Rp 5.000.

Akses masuknya juga mudah untuk dilewati kendaraan. “Jalannya enak, murah, dan memanjakan kita dengan suasana alamnya. Pokok e los gak rewel (pokoknya mudah dan tidak repot),” ucap Heru.

Dibukanya wisata Coban Putri juga membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kaki lima di daerah Coban Putri. Acmad Tohir, 54, warga Dau Kabupaten Malang yang berjualan sempol di kawasan Coban Putri mengatakan, jika dibukanya wisata Coban Putri membawa rezeki bagi dirinya. Terutama di saat weekend.

“Saya berharap bisa tetap dibuka, karena ini juga salah satu harapan penghasilan kami pedagang kaki lima,” ucapnya.

Santi Nuraini, 45, warga Desa Tlekung, Junrejo, Kota Batu yang berjualan di warung kawasan Coban Putri juga mengatakan hal yang serupa. Dia menggantungkan hidupnya dari ramainya wisatawan yang datang di Coban Putri.

“Sebelum dibuka saya dan keluarga sempat bingung harus bagaimana, karena tidak ada penghasilan. Untungnya ini (Coban Putri) dibuka kembali, jadi saya bisa sedikit-sedikit dapat memulihkan ekonomi keluarga,” ucap ibu dua anak ini.

Ia juga mengaku walaupun penghasilannya tak seperti sebelum pandemi, namun pada weekend kali ini bisa meraup omzet hingga Rp 300.000. Ia berharap agar pemerintah segera membebaskan kembali pembukaan tempat wisata.(cj6/lid/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru