alexametrics
25.9C
Malang
Friday, 22 January 2021

Bromo Puasa Kendaraan Bermotor Tiga Hari, Catat Jadwalnya

RADAR MALANG – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) mengeluarkan maklumat berisi larangan masuk bagi kendaraan bermotor ke kawasan Kaldera Tengger Semeru dan sekitarnya selama Wulan Kapitu.

Larangan itu ditujukan sebagai salah satu upaya pemulihan ekosistem kawasan TNBTS dan sekitarnya sekaligus menghormati tradisi wulan Kapitu yang jatuh pada awal tahun 2021.

Berbeda dengan tahun lalu, dimana penutupan dilakukan selama sebulan penuh, maka pada tahun ini penutupan dilakukan hanya selama tiga hari.

“Penutupan wisata Bromo pada masa pandemi Covid-19 ini memang berdampak signifikan pada ekonomi sosial masyarakat yang bergantung pada sektor wisata. Maka untuk tahun 2021 ini agenda ‘Kaldera Tengger Bebas Kendaraan Bermotor’ disepakati hanya dilaksanakan tiga hari,” terang Agus Budi Santoso, Plt Kepala BB TNBTS.

keputusan tersebut didasarkan pada rapat yang dihadiri perwakilan para pihak berwenang, seperti BB TNBTS, Camat Tosari, Koramil Tosari, Koramil Sukapura, Kapolsek Tosari, dan Kades Wonokitri. Hadir pula perwakilan komunitas jeep Tumpang dan Penanjakan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wonokitri, Pedagang Kaki Lima (PKL) Penanjakan, para sesepuh atau tokoh masyarakat Tengger, dan mitra terkait lainnya.

Berikut jadwal ‘Kaldera Tengger Bebas Kendaraan Bermotor’:

1. Pada saat Megeng tanggal 13 Januari 2021, pukul 00.01 sampai dengan 23.59 WIB.

2. Pada saat Mbabar Alit tanggal 29 Januari 2021, pukul 00.01 sampai dengan 23.59 WIB

3. Pada saat Mbabar Ageng tanggal 12 Februari 2021, pukul 00.01 sampai dengan 23.59 WIB.

Adapun batasan kendaraan bermotor yang tidak boleh memasuki Kaldera Tengger atau Bromo dan sekitarnya, yaitu:

1. Pintu masuk Coban Trisula, Kabupaten Malang dan pintu masuk Senduro, Kabupaten Lumajang di Savana Teletubies.

2. Pintu masuk Cemoro Lawang, di wilayah Bungkah Kabupaten Probolinggo.

3. Pintu masuk Resort Gunung Penanjakan Wonokitri di Bungkah Kabupaten Pasuruan.

Untuk aktivitas wisata di kawasan tersebut masih diperkenankan dengan menggunakan kuda yang mana wajib untuk menggunakan kantong kotoran kuda. Selain itu, juga diperbolehkan menggunakan sepeda kayuh, tandu, dan juga jalan kaki.

Untuk kepentingan dinas pemerintahan yang bersifat kegawatdaruratan (emergency rescue) dan patroli pemantauan kawasan, dapat menggunakan kendaraan bermotor.

Wulan kapitu atau bulan ke tujuh dalam kalender masyarakat Tengger dianggap sebagai bulan yang disucikan. Pada bulan ini, selama satu bulan, para sesepuh Tengger melakukan laku puasa mutih yang bertujuan untuk menahan perilaku atau sifat keduniawian dan lebih mendekatkan diri dengan Tuhan sang Maha Pencipta.

BB TNBTS berharap para wisatawan yang hendak berkunjung bisa mentaati dan mengikuti semua aturan dan ketentuan yang diberlakukan.

“Agar peringatan Wulan Kapitu Masyarakat Tengger di tahun 2021 bisa berjalan dengan baik dan khidmat,” pungkas dia.

Penulis : Roisyatul Mufidah

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca