alexametrics
25.9C
Malang
Friday, 22 January 2021

Unisma dan Malang Peduli Demokrasi Bahas Kampung Pesantren Gribig

MALANG KOTA – Kota Malang memiliki segudang potensi yang bisa dikembangkan sebagai objek wisata halal. Makam Ki Ageng Gribig misalnya, bisa dikembangkan sebagai wisata tematik kampung pesantren.

Potensi Kota Malang, khususnya kawasan Ki Ageng Gribig untuk wisata halal dibahas dalam diskusi yang melibatkan Universitas Islam Malang (Unisma) bersama komunitas Malang Peduli Demokrasi (MPD), perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wisata Religi Ki Ageng Gribig dan Redaktur Pelaksana Jawa Pos Radar Malang hari ini (13/1) di kampus Unisma.

Didampingi Wakil Rektor (Warek) I Prof Drs H Junaidi MPd PhD dan Warek II Noor Shodiq Askandar SE MM, Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi menyebut, Unisma yang merupakan inisiator kampung pesantren telah melakukan pembahasan terkait konsep kampung tematik Islami itu dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

“Kita punya makam Ki Ageng Gribig, di situ bisa kita kembangkan menjadi kampung berbasis santri. Nantinya makam tersebut akan menjadi sentranya,” jelas Maskuri.

Rektor kelahiran Tuban ini menambahkan, bagi Unisma, kehadiran kampung pesantren bisa menjadi media edukasi, misalnya saja terkait penyebaran Islam di Malang. Tak hanya sebagai sarana edukasi, kampung pesantren juga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang melalui sektor wisata.

“Konsep kampung pesantren ini akan dilengkapi dengan paket wisata yang juga akan turut menunjang ekonomi masyarakat,” katanya.

Saat ini Unisma telah membentuk tim yang nantinya akan secara aktif berkomunikasi dengan Pemkot Malang. “Nanti kita adakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Wali Kota Malang dan Ketua DPRD untuk menggodok konsepnya agar lebih matang lagi,” jelas dia.

Menanggapi gagasan Maskuri, Ketua MPD Imam Muslich mengatakan, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengaan pemerintah daerah (pemda) terkait komplek makam Ki Ageng Gribig. ”Kami sudah ngadu kepada ketua dewan (ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika) terkait pesarean (makam) Ki Ageng Gribig,” kata Imam.

Dari hasil komunikasi tersebut, diketahui bahwa kendala yang dihadapi pemerintah untuk melakukan pengembangan kawasan Ki Ageng Gribig karena kompleks situs bersejarah itu belum terdaftar sebagai aset daerah.

“Dari komunikasi dengan Pak Made (Ketua DPRD Kota Malang), diketahui bahwa penganggaran untuk pembenahan baru bisa dilakukan jika area itu sudah masuk aset daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Pokdarwis Wisata Religi Ki Ageng Gribig Agus Ahmad Saichu menyambut positif gagasan Maskuri. ”Kalau pak rektor punya gagasan seperti itu (wisata kampung pesantren), ini menjadi amunisi bagi kami,” kata dia.

Perlu diketahui, lingkungan makam di Kelurahan Madyopuro itu merupakan tempat persemayaman bagi Bupati Malang pertama hingga ketiga. Konon terdapat makam Untung Suropati di kompleks makam Ki Ageng Gribig, namun yang kerap menjadi jujukan peziarah adalah makam Ki Ageng Gribig sendiri.

Pewarta: Chosa Ayu

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca