alexametrics
30.2 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Sekolah Belum Masuk, Sengkaling Masih Sepi Pelancong

KOTA BATU – Pertumbuhan kunjungan wisatawan yang terjadi belum berdampak signifikan untuk semua destinasi wisata. Salah satunya yang dialami Taman Rekreasi Sengkaling Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Belum aktifnya kembali kegiatan persekolahan merupakan satu dari sekian alasan yang ada penyebab sepinya kunjungan wisatawan.

“Anak sekolah kan belum ada yang melakukan tour atau rekreasi rombongan. Jadi kebanyakan yang datang sekarang cuma rombongan keluarga,” terang Koordinator Taman Rekreasi Sengkaling UMM, Yeni Dwi Kurniawati, Minggu (13/12).

Selain itu, ia mengira bahwa masyarakat masih was-was dalam berwisata karena takut dengan pandemi Covid-19 yang masih terjadi. Karena itu, sebagai upaya menumbuhkan kenyamanan dan keamanan pengunjung, taman rekreasi ini sudah berbenah. Pengadaan protokol kesehatan (prokes) sesuai standar sudah dilaksanakan. Bahkan telah divalidasi oleh Dinas Kesehatan.

“Apapun inovasi yang kami munculkan tetap harus sesuai dengan prokes yang ada. Untuk saat ini memang itu yang harus diutamakan,” jelasnya.

Perhatian khusus memang diberikan dalam penjagaan standar prokes. Di pintu masuk pelancong melakukan pemeriksaan suhu badan dan cuci tangan. Jika suhu badan tercatat tidak normal, maka tidak diperbolehkan masuk ke destinasi wisata.
Ketika memasuki area sengkaling wisatawan diwajibkan memakai masker. Pemantauan melalui CCTV juga dilakukan untuk mengingatkan pengunjung yang lalai. Akan ada petugas yang rutin berkeliling ke seluruh penjuru wisata untuk mengawasi juga.
Banner berisi imbauan penjagaan prokes juga terpasang di beberapa sudut.

“Kami sudah menyiapkan 35 tempat cuci tangan yang tersebar di seluruh sengkaling. Itu merupakan salah bentuk upaya kami membuat para wisatawan nyaman,” paparnya.

Selain itu, penyemprotan desinfektan secara rutin ditiap wahana juga digelar tiap harinya. “Apalagi disini kan kolam renang menjadi yang paling difavoritkan. Jadi kami berikan klorine sesuai standar yang ditetapkan,” ucapnya.

Sepinya pengunjung berdampak pada biaya operasional yang ada. Karyawan yang dipekerjakan secara bergantian untuk bisa meminimalisir pengeluaran. Tercatat, kini tiap harinya hanya ada 500 orang yang berkunjung pada hari biasa. Sedangkan saat weekend jumlah wisatawan hanya mencapai 1.500 pengunjung. Masih jauh dari ketetapan batas maksimum pengunjung dampak pandemi yang dibatasi sejumlah lima ribu pelancong.

Sebelum pandemi, kapasitas wisata sengkaling bisa mencapai 18 ribu wisatawan. Jauh perbedaan jumlah itulah yang membuat mereka kewalahan. “Kami berharap agar semua segera berakhir dan seluruh masyarakat tidak takut lagi untuk berekreasi. Karena dampak yang didapatkan sangat luar biasa,” harapnya. Pengunjung yang hadir mayoritas meliputi daerah seluruh Jawa Timur. Sekarang mereka sedang giat mempromosikan kembali destinasi wisata ini melalui media sosial guna menarik penunjung.

Pewarta: Wildan Agta Affirdausy

KOTA BATU – Pertumbuhan kunjungan wisatawan yang terjadi belum berdampak signifikan untuk semua destinasi wisata. Salah satunya yang dialami Taman Rekreasi Sengkaling Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Belum aktifnya kembali kegiatan persekolahan merupakan satu dari sekian alasan yang ada penyebab sepinya kunjungan wisatawan.

“Anak sekolah kan belum ada yang melakukan tour atau rekreasi rombongan. Jadi kebanyakan yang datang sekarang cuma rombongan keluarga,” terang Koordinator Taman Rekreasi Sengkaling UMM, Yeni Dwi Kurniawati, Minggu (13/12).

Selain itu, ia mengira bahwa masyarakat masih was-was dalam berwisata karena takut dengan pandemi Covid-19 yang masih terjadi. Karena itu, sebagai upaya menumbuhkan kenyamanan dan keamanan pengunjung, taman rekreasi ini sudah berbenah. Pengadaan protokol kesehatan (prokes) sesuai standar sudah dilaksanakan. Bahkan telah divalidasi oleh Dinas Kesehatan.

“Apapun inovasi yang kami munculkan tetap harus sesuai dengan prokes yang ada. Untuk saat ini memang itu yang harus diutamakan,” jelasnya.

Perhatian khusus memang diberikan dalam penjagaan standar prokes. Di pintu masuk pelancong melakukan pemeriksaan suhu badan dan cuci tangan. Jika suhu badan tercatat tidak normal, maka tidak diperbolehkan masuk ke destinasi wisata.
Ketika memasuki area sengkaling wisatawan diwajibkan memakai masker. Pemantauan melalui CCTV juga dilakukan untuk mengingatkan pengunjung yang lalai. Akan ada petugas yang rutin berkeliling ke seluruh penjuru wisata untuk mengawasi juga.
Banner berisi imbauan penjagaan prokes juga terpasang di beberapa sudut.

“Kami sudah menyiapkan 35 tempat cuci tangan yang tersebar di seluruh sengkaling. Itu merupakan salah bentuk upaya kami membuat para wisatawan nyaman,” paparnya.

Selain itu, penyemprotan desinfektan secara rutin ditiap wahana juga digelar tiap harinya. “Apalagi disini kan kolam renang menjadi yang paling difavoritkan. Jadi kami berikan klorine sesuai standar yang ditetapkan,” ucapnya.

Sepinya pengunjung berdampak pada biaya operasional yang ada. Karyawan yang dipekerjakan secara bergantian untuk bisa meminimalisir pengeluaran. Tercatat, kini tiap harinya hanya ada 500 orang yang berkunjung pada hari biasa. Sedangkan saat weekend jumlah wisatawan hanya mencapai 1.500 pengunjung. Masih jauh dari ketetapan batas maksimum pengunjung dampak pandemi yang dibatasi sejumlah lima ribu pelancong.

Sebelum pandemi, kapasitas wisata sengkaling bisa mencapai 18 ribu wisatawan. Jauh perbedaan jumlah itulah yang membuat mereka kewalahan. “Kami berharap agar semua segera berakhir dan seluruh masyarakat tidak takut lagi untuk berekreasi. Karena dampak yang didapatkan sangat luar biasa,” harapnya. Pengunjung yang hadir mayoritas meliputi daerah seluruh Jawa Timur. Sekarang mereka sedang giat mempromosikan kembali destinasi wisata ini melalui media sosial guna menarik penunjung.

Pewarta: Wildan Agta Affirdausy

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/