alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Museum Hans Christian Anderson di Denmark Dibuka Tahun Ini

RADAR MALANG – Sebuah museum baru di Odense, Denmark bernama Hans Christian Anderson akan dibuka pada musim panas tahun ini.

Melansir dari Lonely Planet, Rabu (17/2), museum ini dibangun sebagai wujud dedikasi terhadap sosok Hans Christian Anderson, penulis dan penyair asal Denmark yang terkenal atas karya-karyanya seperti The Snow Queen, The Ugly Duckling, The Little Mermaid, dan masih banyak lagi.

Namun, alih-alih hanya memperkenalkan sosok yang meninggal pada 1875 itu, di sini pengunjung diajak melihat sudut pandang Andersen sendiri. Sehingga membuat museum ini menjadi inovasi baru dan pertama dari museum sejenisnya. Hal ini pun dikonfirmasi oleh Torben Grøngaard Jeppesen, kepala Museum Kota Odense.

“Bukan untuk menceritakan kembali kisah-kisahnya itu, melainkan untuk mengomunikasikan keakraban mereka dan menginspirasi pembaca tentang Andersen,” tuturnya.

Diketahui, area museum seluas 9.000 meter persegi ini memiliki taman, bangunan utama, kafe, ruang bawah tanah, dan pameran yang saling terhubung satu sama lain serta dapat mengarahkan pengunjung ke rumah masa kecil Anderson yang sebenarnya.

Usut punya usut, rupanya museum ini dirancang oleh arsitek asal Jepang, Kengo Kuma bersama timnya. Ia mengatakan, inspirasi museum ini datang dari dari salah satu dongeng Anderson, The Tinderbox.

“Ide di balik desain arsitektural mirip dengan metode Andersen, di mana dunia kecil tiba-tiba meluas ke alam semesta yang lebih besar,” ungkapnya.

Penulis : Gilang Ilham

RADAR MALANG – Sebuah museum baru di Odense, Denmark bernama Hans Christian Anderson akan dibuka pada musim panas tahun ini.

Melansir dari Lonely Planet, Rabu (17/2), museum ini dibangun sebagai wujud dedikasi terhadap sosok Hans Christian Anderson, penulis dan penyair asal Denmark yang terkenal atas karya-karyanya seperti The Snow Queen, The Ugly Duckling, The Little Mermaid, dan masih banyak lagi.

Namun, alih-alih hanya memperkenalkan sosok yang meninggal pada 1875 itu, di sini pengunjung diajak melihat sudut pandang Andersen sendiri. Sehingga membuat museum ini menjadi inovasi baru dan pertama dari museum sejenisnya. Hal ini pun dikonfirmasi oleh Torben Grøngaard Jeppesen, kepala Museum Kota Odense.

“Bukan untuk menceritakan kembali kisah-kisahnya itu, melainkan untuk mengomunikasikan keakraban mereka dan menginspirasi pembaca tentang Andersen,” tuturnya.

Diketahui, area museum seluas 9.000 meter persegi ini memiliki taman, bangunan utama, kafe, ruang bawah tanah, dan pameran yang saling terhubung satu sama lain serta dapat mengarahkan pengunjung ke rumah masa kecil Anderson yang sebenarnya.

Usut punya usut, rupanya museum ini dirancang oleh arsitek asal Jepang, Kengo Kuma bersama timnya. Ia mengatakan, inspirasi museum ini datang dari dari salah satu dongeng Anderson, The Tinderbox.

“Ide di balik desain arsitektural mirip dengan metode Andersen, di mana dunia kecil tiba-tiba meluas ke alam semesta yang lebih besar,” ungkapnya.

Penulis : Gilang Ilham

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/