alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Hore! Anak-anak Boleh Masuk Objek Wisata, Asalkan…

KEPANJEN — Peluang kebangkitan sektor pariwisata di Kabupaten Malang terbuka lebar. Itu setelah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memberi lampu hijau untuk melonggarkan aturan masuk ke objek wisata.

Jika sebelumnya anak usia di bawah 12 tahun dilarang masuk objek wisata, mereka kini diizinkan masuk. Asalkan kedua orang tuanya sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19 hingga dosis kedua. Namun pelanggaran itu tidak langsung diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Pemegang otoritas wisata di Bumi Kanjuruhan itu memilih menunggu status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun dari level 3 menjadi 2.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara mengatakan, kemungkinan besar pelonggaran tersebut baru bisa diterapkan ketika pemerintah pusat memberikan izin kepada objek wisata di Kabupaten Malang beroperasi secara resmi. Atau menunggu status PPKM turun ke level 2. “Kalau sekarang ini belum bisa. Masih harus menunggu turun jadi PPKM level 2,” kata Made.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, sejumlah objek wisata di Bumi Kanjuruhan sudah beroperasi. Namun statusnya masih uji coba. Belum operasional penuh seperti sebelum pandemi Covid-19.

Di sisi lain, Made menilai kebijakan kemenparekraf yang mengizinkan bocah di bawah 12 tahun masuk wisata merupakan sebuah terobosan untuk memulihkan sektor wisata. Namun saat ini pihaknya belum berani menerapkan di Kabupaten Malang.

Made akan berkoordinasi lebih dulu dengan jajaran pejabat di Pemkab Malang dan pengelola wisata di Bumi Kanjuruhan. ”Sebelumnya memang tidak diizinkan (anak usia di bawah 12 tahun masuk wisata),” kata Made.

”Kan kasihan. Banyak keluarga yang mengajak anaknya berlibur. Kalau anaknya saja yang tidak diizinkan masuk ya mereka pasti juga tidak jadi masuk ke wisata,” tambah Made yang juga kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang itu.

Sebelumnya, pelonggaran aturan wisata itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengunjungi Wisata Boon Pring Andeman di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jumat lalu (15/10).

“Selama orang tuanya sudah divaksin lengkap dan (aplikasi) PeduliLindungi sudah berwarna hijau, atau ada sertifikat vaksin (maka boleh masuk),” ujar Sandiaga yang didampingi Bupati Malang H M. Sanusi MM dan sejumlah pejabat di Kabupaten Malang. Di antaranya Wabup Malang Didik Gatot Subroto, Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, dan Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono.

Untuk diketahui, seluruh objek wisata di Indonesia, termasuk Malang raya tutup sejak PPKM darurat, 3 Juli lalu. Setelah kasus positif Covid-19 landai pada beberapa pekan lalu, pemerintah pusat mengizinkan sejumlah objek wisata beroperasi lagi. Syaratnya, menyediakan fasilitas skrining seperti aplikasi Peduli Lindungi. Aplikasi ini berfungsi menskrining pengunjung yang belum vaksin. Praktis aturan ini tidak mengizinkan bocah usia di bawah 12 tahun masuk objek wisata. Sebab seluruh anak usia di bawah 12 tahun belum diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Namun terkait pelonggaran masuk objek wisata itu, Sandiaga tetap menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah (pemda). Jika pemda sanggup dan mau menerapkan aturan tersebut, katanya, maka mereka bisa mengeluarkan produk hukum yang akan jadi landasan pemberlakuan kebijakan tersebut. “Diskresinya ada di pengelola wisata dengan koordinasi antara pemda dan Satgas Covid setempat,” kata dia.

“Jadi ini suatu kebijakan yang sangat sulit untuk diterapkan. Oleh karena itu, kami memberikan kelonggaran kepada pengelola destinasi wisata, kades atau direktur BUMDes untuk mengambil suatu kebijakan (di tempat wisata yang dikelola),” tambah mantan politikus Partai Gerindra itu.

Sandiaga memberikan contoh, ada dua daerah yang saat ini telah menerapkan diskresi Kemenparekraf itu. Yakni Pemprov DIY (Yogyakarta) dan Jawa Tengah. Sehingga untuk beberapa wisata yang saat ini diuji coba buka sudah bisa menerima kunjungan dari anak yang belum boleh dapat suntikan vaksin itu. Dia mengatakan, hal itu juga bisa dilakukan di Kabupaten Malang, bahkan Malang Raya. “Sangat mungkin diterapkan di Malang Raya,” pungkasnya.(fik/dan/rmc)

KEPANJEN — Peluang kebangkitan sektor pariwisata di Kabupaten Malang terbuka lebar. Itu setelah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memberi lampu hijau untuk melonggarkan aturan masuk ke objek wisata.

Jika sebelumnya anak usia di bawah 12 tahun dilarang masuk objek wisata, mereka kini diizinkan masuk. Asalkan kedua orang tuanya sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19 hingga dosis kedua. Namun pelanggaran itu tidak langsung diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Pemegang otoritas wisata di Bumi Kanjuruhan itu memilih menunggu status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun dari level 3 menjadi 2.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara mengatakan, kemungkinan besar pelonggaran tersebut baru bisa diterapkan ketika pemerintah pusat memberikan izin kepada objek wisata di Kabupaten Malang beroperasi secara resmi. Atau menunggu status PPKM turun ke level 2. “Kalau sekarang ini belum bisa. Masih harus menunggu turun jadi PPKM level 2,” kata Made.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, sejumlah objek wisata di Bumi Kanjuruhan sudah beroperasi. Namun statusnya masih uji coba. Belum operasional penuh seperti sebelum pandemi Covid-19.

Di sisi lain, Made menilai kebijakan kemenparekraf yang mengizinkan bocah di bawah 12 tahun masuk wisata merupakan sebuah terobosan untuk memulihkan sektor wisata. Namun saat ini pihaknya belum berani menerapkan di Kabupaten Malang.

Made akan berkoordinasi lebih dulu dengan jajaran pejabat di Pemkab Malang dan pengelola wisata di Bumi Kanjuruhan. ”Sebelumnya memang tidak diizinkan (anak usia di bawah 12 tahun masuk wisata),” kata Made.

”Kan kasihan. Banyak keluarga yang mengajak anaknya berlibur. Kalau anaknya saja yang tidak diizinkan masuk ya mereka pasti juga tidak jadi masuk ke wisata,” tambah Made yang juga kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang itu.

Sebelumnya, pelonggaran aturan wisata itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengunjungi Wisata Boon Pring Andeman di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jumat lalu (15/10).

“Selama orang tuanya sudah divaksin lengkap dan (aplikasi) PeduliLindungi sudah berwarna hijau, atau ada sertifikat vaksin (maka boleh masuk),” ujar Sandiaga yang didampingi Bupati Malang H M. Sanusi MM dan sejumlah pejabat di Kabupaten Malang. Di antaranya Wabup Malang Didik Gatot Subroto, Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, dan Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono.

Untuk diketahui, seluruh objek wisata di Indonesia, termasuk Malang raya tutup sejak PPKM darurat, 3 Juli lalu. Setelah kasus positif Covid-19 landai pada beberapa pekan lalu, pemerintah pusat mengizinkan sejumlah objek wisata beroperasi lagi. Syaratnya, menyediakan fasilitas skrining seperti aplikasi Peduli Lindungi. Aplikasi ini berfungsi menskrining pengunjung yang belum vaksin. Praktis aturan ini tidak mengizinkan bocah usia di bawah 12 tahun masuk objek wisata. Sebab seluruh anak usia di bawah 12 tahun belum diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Namun terkait pelonggaran masuk objek wisata itu, Sandiaga tetap menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah (pemda). Jika pemda sanggup dan mau menerapkan aturan tersebut, katanya, maka mereka bisa mengeluarkan produk hukum yang akan jadi landasan pemberlakuan kebijakan tersebut. “Diskresinya ada di pengelola wisata dengan koordinasi antara pemda dan Satgas Covid setempat,” kata dia.

“Jadi ini suatu kebijakan yang sangat sulit untuk diterapkan. Oleh karena itu, kami memberikan kelonggaran kepada pengelola destinasi wisata, kades atau direktur BUMDes untuk mengambil suatu kebijakan (di tempat wisata yang dikelola),” tambah mantan politikus Partai Gerindra itu.

Sandiaga memberikan contoh, ada dua daerah yang saat ini telah menerapkan diskresi Kemenparekraf itu. Yakni Pemprov DIY (Yogyakarta) dan Jawa Tengah. Sehingga untuk beberapa wisata yang saat ini diuji coba buka sudah bisa menerima kunjungan dari anak yang belum boleh dapat suntikan vaksin itu. Dia mengatakan, hal itu juga bisa dilakukan di Kabupaten Malang, bahkan Malang Raya. “Sangat mungkin diterapkan di Malang Raya,” pungkasnya.(fik/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/