alexametrics
28.1 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

Saingi Pare, Pemkot Malang Ingin Bikin Kampung Inggris

MALANG KOTA — Pengembangan potensi wisata melalui konsep kampung kreatif dan kampung santri yang digagas di Focus Group Discussion (FGD) di Universitas Islam Malang (Unisma) hari ini (18/1) mendapat respon positif dari pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, wacana tersebut harus digodok secara serius. Ia menegaskan, ide tersebut tidak hanya wacana, melainkan gagasan yang bisa direalisasikan bersama. Hal ini disampaikan politikus Partai Demokrat ini dalam FGD bertema ‘Pengembangan Kawasan Pariwisata Kedungkandang dan Kampung di Sekitar Makam Ki Ageng Gribig Kota Malang’ di ruang pertemuan II, lantai 4 Gedung Abu Bakar As-Shidiq Unisma, Senin (18/1).

”Dan yang paling penting lagi, harus dipikirkan keberlangsungan SDM yang mengelola. Karena pengalaman yang sudah, ganti pimpinan di RW, biasanya beda program,” kata pria kelahiran Kabupaten Lamongan ini.

Tak hanya itu, masih kata dia, Pemkot Malang juga bakal membuat kampung Inggris. Karena di Kota Malang punya perguruan tinggi dibandingkan daerah lain. Sehingga, konsep ini juga bisa disinergikan dengan Unisma.

”Saya sudah sampaikan ke tim ahli, masak Kota Malang kalah dengan Pare (kampung inggris). Di Madyopuro itu digunakan saja kampung kursus-kursus bahasa,” jelas Sutiaji.

Kampung Inggris di Pare, lanjutnya, bisa punya branding kuat sebagai tempat kursus bahasa Inggris salah satunya lingkungan mendukung. Dimana semuanya berbahasa Inggris. Sehingga di Malang, nanti bisa dikembangkan ’kampung bahasa Inggris dan Arab.

”Saya pikir, kalau di sini sudah tertata, insya Allah, orang akan lebih pilih di Malang dibandingkan Pare,” ungkap mantan Wakil Wali Kota Malang ini.

Sutiaji juga menekankan agar tim nanti lebih menyiapkan sumber daya manusia di lingkungan. Sehingga, lebih ditekankan pada edukasi kepada masyarakat terlebih dahulu.

”Pariwisatanya nanti, yang penting bagaimana masyarakat bisa mengedukasi dulu,” terang dia.

Pewarta:Imam N

MALANG KOTA — Pengembangan potensi wisata melalui konsep kampung kreatif dan kampung santri yang digagas di Focus Group Discussion (FGD) di Universitas Islam Malang (Unisma) hari ini (18/1) mendapat respon positif dari pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, wacana tersebut harus digodok secara serius. Ia menegaskan, ide tersebut tidak hanya wacana, melainkan gagasan yang bisa direalisasikan bersama. Hal ini disampaikan politikus Partai Demokrat ini dalam FGD bertema ‘Pengembangan Kawasan Pariwisata Kedungkandang dan Kampung di Sekitar Makam Ki Ageng Gribig Kota Malang’ di ruang pertemuan II, lantai 4 Gedung Abu Bakar As-Shidiq Unisma, Senin (18/1).

”Dan yang paling penting lagi, harus dipikirkan keberlangsungan SDM yang mengelola. Karena pengalaman yang sudah, ganti pimpinan di RW, biasanya beda program,” kata pria kelahiran Kabupaten Lamongan ini.

Tak hanya itu, masih kata dia, Pemkot Malang juga bakal membuat kampung Inggris. Karena di Kota Malang punya perguruan tinggi dibandingkan daerah lain. Sehingga, konsep ini juga bisa disinergikan dengan Unisma.

”Saya sudah sampaikan ke tim ahli, masak Kota Malang kalah dengan Pare (kampung inggris). Di Madyopuro itu digunakan saja kampung kursus-kursus bahasa,” jelas Sutiaji.

Kampung Inggris di Pare, lanjutnya, bisa punya branding kuat sebagai tempat kursus bahasa Inggris salah satunya lingkungan mendukung. Dimana semuanya berbahasa Inggris. Sehingga di Malang, nanti bisa dikembangkan ’kampung bahasa Inggris dan Arab.

”Saya pikir, kalau di sini sudah tertata, insya Allah, orang akan lebih pilih di Malang dibandingkan Pare,” ungkap mantan Wakil Wali Kota Malang ini.

Sutiaji juga menekankan agar tim nanti lebih menyiapkan sumber daya manusia di lingkungan. Sehingga, lebih ditekankan pada edukasi kepada masyarakat terlebih dahulu.

”Pariwisatanya nanti, yang penting bagaimana masyarakat bisa mengedukasi dulu,” terang dia.

Pewarta:Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/