alexametrics
23 C
Malang
Tuesday, 28 June 2022

Pusat Usulkan Bangun Jalur Khusus Kendaraan di Kawasan TNBTS

RADAR MALANG – Rencana pembangunan jalur khusus kendaraan di kawasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menjadi catatan pemerintah pusat. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah disela kegiatan Pra UKW Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, Jumat (17/9).

“Lokasi jalan menuju kaldera saat ini harus melewati pasir berbisik, sementara kalau terus menerus dilewati kendaraan lama kelamaan savana di sana akan rusak dan tidak indah. Kalau tidak indah bisa saja nanti (TNBTS,Red) tidak lagi menjadi destinasi pariwisata prioritas,” ujar Basarah.

Usulan pemindahan jalur kendaraan ke pinggir kaldera, disebut Basarah sebagai upaya untuk menjaga keaslian dan kelestarian wisata savana Gunung Bromo. “Harapan kami jalur yang dilalui ini bisa lewat Kabupaten Malang, karena bisa juga membantu perekonomian daerah,” sambung Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Menanggapi usulan itu, Bupati Malang Drs H M Sanusi MM menuturkan bahwa pihaknya mendukung rencana pemerintah pusat untuk melaksanakan pengembangan wisata di kawasan BB TNBTS. “Kami mendukung program-program yang diturunkan dari pusat, kan kami hanya ketempatan saja, apalagi untuk kemajuan pariwisata,” kata Sanusi.

Sebagai catatan, wacana pembangunan jembatan kaca yang beberapa waktu lalu santer dibicarakan sempat memunculkan pro dan kontra dari pegiat lingkungan. Menanggapi hal itu, Sanusi menampik jika pembangunan itu berpotensi merusak ekosistem di wilayah yang menjadi destinasi prioritas di Indonesia tersebut.

“Itu kan juga proyek pusat, selama memang sudah sesuai dengan aturan ya mau diapakan,” jelas Sanusi. Pria penghobi burung itu menegaskan bahwa pihaknya hanya ketempatan saja sebab wilayah tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat yang dalam hal ini berada di lahan BB TNBTS.

“Cuma secara pariwisata itu akan mendongkrak kunjungan wisata di sana. Yang jelas pembangunan ini memberikan dampak positif untuk warga sekitar dan Kabupaten Malang. Kalau jadi jembatan kaca kalau menurut saja nggak ada yang salah,” tegasnya.

Pewarta: Farik Fajarwati

RADAR MALANG – Rencana pembangunan jalur khusus kendaraan di kawasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menjadi catatan pemerintah pusat. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah disela kegiatan Pra UKW Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, Jumat (17/9).

“Lokasi jalan menuju kaldera saat ini harus melewati pasir berbisik, sementara kalau terus menerus dilewati kendaraan lama kelamaan savana di sana akan rusak dan tidak indah. Kalau tidak indah bisa saja nanti (TNBTS,Red) tidak lagi menjadi destinasi pariwisata prioritas,” ujar Basarah.

Usulan pemindahan jalur kendaraan ke pinggir kaldera, disebut Basarah sebagai upaya untuk menjaga keaslian dan kelestarian wisata savana Gunung Bromo. “Harapan kami jalur yang dilalui ini bisa lewat Kabupaten Malang, karena bisa juga membantu perekonomian daerah,” sambung Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Menanggapi usulan itu, Bupati Malang Drs H M Sanusi MM menuturkan bahwa pihaknya mendukung rencana pemerintah pusat untuk melaksanakan pengembangan wisata di kawasan BB TNBTS. “Kami mendukung program-program yang diturunkan dari pusat, kan kami hanya ketempatan saja, apalagi untuk kemajuan pariwisata,” kata Sanusi.

Sebagai catatan, wacana pembangunan jembatan kaca yang beberapa waktu lalu santer dibicarakan sempat memunculkan pro dan kontra dari pegiat lingkungan. Menanggapi hal itu, Sanusi menampik jika pembangunan itu berpotensi merusak ekosistem di wilayah yang menjadi destinasi prioritas di Indonesia tersebut.

“Itu kan juga proyek pusat, selama memang sudah sesuai dengan aturan ya mau diapakan,” jelas Sanusi. Pria penghobi burung itu menegaskan bahwa pihaknya hanya ketempatan saja sebab wilayah tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat yang dalam hal ini berada di lahan BB TNBTS.

“Cuma secara pariwisata itu akan mendongkrak kunjungan wisata di sana. Yang jelas pembangunan ini memberikan dampak positif untuk warga sekitar dan Kabupaten Malang. Kalau jadi jembatan kaca kalau menurut saja nggak ada yang salah,” tegasnya.

Pewarta: Farik Fajarwati

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/