alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Gaet Wisatawan, Kampung Tridi Luncurkan Kaus Suvenir Berbasis Digital

MALANG KOTA – Inovasi terus dilakukan pengelola wisata Kampung Tridi Jodipan untuk menggaet wisatawan di masa pandemi Covid-19. Terbaru, pengelola wisata itu merilis kaus suvenir yang mampu menganimasikan gambar. Teknologi yang digunakan yakni Augmented Reality (AR).

Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Tridi Nuryanto mengatakan, kaus tersebut dapat menjadi terobosan baru untuk menarik wisatawan. Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati keindahan tempatnya namun dapat membawa suvenir tambahan.

”Penjualan kaus ini nantinya juga menunjang perekonomian warga jika laku banyak,” kata Nuryanto saat ditemui Radar Malang, akhir pekan lalu.

Untuk melihat animasi gambar pada kaus, menurut Nuryanto, wisatawan harus mengunduh aplikasi khusus di ponsel pintar mereka. Untuk memulai inovasi tersebut, dia dibantu oleh tiga pelukis lain serta dosen jurusan seni dan desain Universitas Negeri Malang (UM).

Untuk harga, Nuryanto mematok sekitar Rp 70 ribu hingga Rp120 ribu per kaus. Gambar pada kaus tersebut diambil dari beberapa spot swafoto di lokasi wisata, seperti hiu, bendera Brazil, dan orang tersenyum yang disablon dengan metode digital.

”Gambar di kaus ini simple saja mengambil spot selfie agar wisatawan dapat bernostalgia meski tidak datang ke sini,” terangnya.

Dengan inovasi tersebut, Nuryanto berharap dapat menarik wisatawan dengan gaya baru pada masa pandemi ini.

Pewarta: Aditya Novrian

MALANG KOTA – Inovasi terus dilakukan pengelola wisata Kampung Tridi Jodipan untuk menggaet wisatawan di masa pandemi Covid-19. Terbaru, pengelola wisata itu merilis kaus suvenir yang mampu menganimasikan gambar. Teknologi yang digunakan yakni Augmented Reality (AR).

Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Tridi Nuryanto mengatakan, kaus tersebut dapat menjadi terobosan baru untuk menarik wisatawan. Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati keindahan tempatnya namun dapat membawa suvenir tambahan.

”Penjualan kaus ini nantinya juga menunjang perekonomian warga jika laku banyak,” kata Nuryanto saat ditemui Radar Malang, akhir pekan lalu.

Untuk melihat animasi gambar pada kaus, menurut Nuryanto, wisatawan harus mengunduh aplikasi khusus di ponsel pintar mereka. Untuk memulai inovasi tersebut, dia dibantu oleh tiga pelukis lain serta dosen jurusan seni dan desain Universitas Negeri Malang (UM).

Untuk harga, Nuryanto mematok sekitar Rp 70 ribu hingga Rp120 ribu per kaus. Gambar pada kaus tersebut diambil dari beberapa spot swafoto di lokasi wisata, seperti hiu, bendera Brazil, dan orang tersenyum yang disablon dengan metode digital.

”Gambar di kaus ini simple saja mengambil spot selfie agar wisatawan dapat bernostalgia meski tidak datang ke sini,” terangnya.

Dengan inovasi tersebut, Nuryanto berharap dapat menarik wisatawan dengan gaya baru pada masa pandemi ini.

Pewarta: Aditya Novrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/