alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Festival Keramik Dinoyo, Magnet Wisatawan Usai PPKM Berkepanjangan

MALANG KOTA – Kampung Wisata Keramik Dinoyo terus berupaya eksis lewat produk yang dihasilkan warganya. Namun sentra industri keramik rumahan tersebut harus disokong agar tetap eksis. Salah satunya lewat kegiatan atraktif untuk menarik wisatawan datang ke salah satu kampung tematik Kota Malang itu, salah satunya Festival Keramik Dinoyo.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menyatakan, sentra industri keramik tetap menarik pengunjung untuk belanja maupun menikmati wisata edukasi. Karena kelurahan ini termasuk perintis kampung tematik yang ada di Kota Malang. menurutnya, sudah seharusnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut menopang perkembangan Kampung Keramik Dinoyo. Karena itu, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang bersinergi dengan Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskopidndag) membuat program.

”Perlu ada program khusus untuk memperkuat kampung wisata Keramik Dinoyo sebagai basis kampung wisata industri kerajinan,” ungkapnya dalam kegiatan Festival Keramik Dinoyo, Sabtu (16/10) lalu. Pihaknya berharap ada sinergi dan dukungan program dari Diskopindag Kota Malang, Disperindag Jawa Timur serta kalangan perguruan tinggi.

Seperti diketahui, sejak 1930 lalu, warga sekitar Dinoyo sudah memproduksi gerabah. Baru sekitar tahun 1950-an perajin gerabah mengembangkan keramik sebagai produk unggulan. Keramik Dinoyo juga telah menjadi sentra industri kerajinan turun temurun dan tetap bertahan di tengah serbuan produk keramik impor.

Kini, Kampung Keramik Dinoyo telah menjadi kampung wisata yang dikelola pokdarwis. Bahkan, sejak lima tahun lalu menjual paket wisata edukasi di antaranya edukasi membentuk keramik, mewarnai keramik, kegiatan desain keramik serta pelatihan membuat keramik.

Upaya pengembangan kampung keramik itu ditandai dengan adanya Festival Keramik Dinoyo. Meski dilakukan secara hybrid, event tersebut tetap disambut antusias oleh warga dan wisatawan.

Menurut Ida, festival ini merupakan rangkaian dari 27 virtual event yang diselenggarakan Forkom Pokarwis Kota Malang yang di-support Disporapar Kota Malang.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Kampung Wisata Keramik Dinoyo Syamsul Arifin mengatakan, pihaknya telah mempromosikan keramik kreasi warga lewat berbagai ajang pameran, termasuk di negara. Di antaranya Thailand, Vietnam, Malaysia hingga Singapura. “Ini menjadi sumbangsih kami pada Kota Malang bahwa kami ini turut serta mempromosikan Malang sebagai sentra kerajinan keramik di Indonesia,” ungkapnya.

Pria yang Sekertaris Forkom Pokdarwis Kampung Tematik Kota Malang berharap, Kampung Wisata Keramik Dinoyo menjadi tempat rintisan co working space untuk pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang.

Sementara itu, Lurah Dinoyo Dwi Hermawan Purnomo menyatakan, digelarnya festival menjadi bagian dari upaya mempromosikan wisata Kota Malang. Lantaran, dalam festival itu, ada kegiatan lomba desain dan pelatihan keramik yang diikuti anak muda Dinoyo. “Itu sebagai upaya regenerasi dan meningkatkan ekonomi kreatif warga Dinoyo,” pungkasnya. (ulf/nay/rmc)

MALANG KOTA – Kampung Wisata Keramik Dinoyo terus berupaya eksis lewat produk yang dihasilkan warganya. Namun sentra industri keramik rumahan tersebut harus disokong agar tetap eksis. Salah satunya lewat kegiatan atraktif untuk menarik wisatawan datang ke salah satu kampung tematik Kota Malang itu, salah satunya Festival Keramik Dinoyo.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menyatakan, sentra industri keramik tetap menarik pengunjung untuk belanja maupun menikmati wisata edukasi. Karena kelurahan ini termasuk perintis kampung tematik yang ada di Kota Malang. menurutnya, sudah seharusnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut menopang perkembangan Kampung Keramik Dinoyo. Karena itu, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang bersinergi dengan Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskopidndag) membuat program.

”Perlu ada program khusus untuk memperkuat kampung wisata Keramik Dinoyo sebagai basis kampung wisata industri kerajinan,” ungkapnya dalam kegiatan Festival Keramik Dinoyo, Sabtu (16/10) lalu. Pihaknya berharap ada sinergi dan dukungan program dari Diskopindag Kota Malang, Disperindag Jawa Timur serta kalangan perguruan tinggi.

Seperti diketahui, sejak 1930 lalu, warga sekitar Dinoyo sudah memproduksi gerabah. Baru sekitar tahun 1950-an perajin gerabah mengembangkan keramik sebagai produk unggulan. Keramik Dinoyo juga telah menjadi sentra industri kerajinan turun temurun dan tetap bertahan di tengah serbuan produk keramik impor.

Kini, Kampung Keramik Dinoyo telah menjadi kampung wisata yang dikelola pokdarwis. Bahkan, sejak lima tahun lalu menjual paket wisata edukasi di antaranya edukasi membentuk keramik, mewarnai keramik, kegiatan desain keramik serta pelatihan membuat keramik.

Upaya pengembangan kampung keramik itu ditandai dengan adanya Festival Keramik Dinoyo. Meski dilakukan secara hybrid, event tersebut tetap disambut antusias oleh warga dan wisatawan.

Menurut Ida, festival ini merupakan rangkaian dari 27 virtual event yang diselenggarakan Forkom Pokarwis Kota Malang yang di-support Disporapar Kota Malang.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Kampung Wisata Keramik Dinoyo Syamsul Arifin mengatakan, pihaknya telah mempromosikan keramik kreasi warga lewat berbagai ajang pameran, termasuk di negara. Di antaranya Thailand, Vietnam, Malaysia hingga Singapura. “Ini menjadi sumbangsih kami pada Kota Malang bahwa kami ini turut serta mempromosikan Malang sebagai sentra kerajinan keramik di Indonesia,” ungkapnya.

Pria yang Sekertaris Forkom Pokdarwis Kampung Tematik Kota Malang berharap, Kampung Wisata Keramik Dinoyo menjadi tempat rintisan co working space untuk pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang.

Sementara itu, Lurah Dinoyo Dwi Hermawan Purnomo menyatakan, digelarnya festival menjadi bagian dari upaya mempromosikan wisata Kota Malang. Lantaran, dalam festival itu, ada kegiatan lomba desain dan pelatihan keramik yang diikuti anak muda Dinoyo. “Itu sebagai upaya regenerasi dan meningkatkan ekonomi kreatif warga Dinoyo,” pungkasnya. (ulf/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/