alexametrics
27C
Malang
Sunday, 18 April 2021

Demi Kampung Santri, Sejarah Ki Ageng Gribig Wajib Diperdalam

MALANG KOTA — Sejarah yang akurat terkait Ki Ageng Gribig perlu digali lebih dalam jika Kota malang ingin membangun kawasan kampung santri. Pasalnya, jejak penyebar agama Islam itu tak hanya di Malang saja.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Pengembangan Kawasan Pariwisata Kedungkandang dan Kampung di sekitar makam Ki Ageng Gribig Kota Malang’ di ruang pertemuan II, lantai 4 Gedung Abu Bakar As-Shidiq Unisma, Senin ini (18/1).

”Saya banyak baca tentang sejarah Ki Ageng Gribig. Ternyata, nggak hanya di Malang. Sehingga, tantangannya adalah menggali data sejarah (untuk menguatkan),” jelas pria yang akrab disapa Kum ini.

Tak hanya itu, Kum juga pernah bertemu dengan seseorang yang punya garis keturunan dengan Ki Ageng Gribig di Sidoarjo. Pemilik garis keturunan Ki Ageng Gribig ini mendirikan Sekolah Sabilillah di Sidoarjo karena terinspirasi dengan sekolah Sabilillah Malang.

”Saya dapat cerita dari teman ini (yang punya garis keturunan dari Ki Ageng Gribig), ternyata nama asli Ki Ageng Gribig itu Syek Abdur Rahman Al Maghribi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Malang Peduli Demokrasi (MPD) Imam Muslich menambahkan, hal yang tak kalah penting dalam merealisasikan gagasan ini adalah tempat parkir. Karena di kawasan makam Ki Ageng Gribig saat ini relatif sulit mencari tempat parkir yang luas.

”Tempat parkir ini penting agar saat ramai nanti bisa menampung kendaraan pengunjung,” ungkap Muslich.

Pewarta: Imam N

MALANG KOTA — Sejarah yang akurat terkait Ki Ageng Gribig perlu digali lebih dalam jika Kota malang ingin membangun kawasan kampung santri. Pasalnya, jejak penyebar agama Islam itu tak hanya di Malang saja.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Pengembangan Kawasan Pariwisata Kedungkandang dan Kampung di sekitar makam Ki Ageng Gribig Kota Malang’ di ruang pertemuan II, lantai 4 Gedung Abu Bakar As-Shidiq Unisma, Senin ini (18/1).

”Saya banyak baca tentang sejarah Ki Ageng Gribig. Ternyata, nggak hanya di Malang. Sehingga, tantangannya adalah menggali data sejarah (untuk menguatkan),” jelas pria yang akrab disapa Kum ini.

Tak hanya itu, Kum juga pernah bertemu dengan seseorang yang punya garis keturunan dengan Ki Ageng Gribig di Sidoarjo. Pemilik garis keturunan Ki Ageng Gribig ini mendirikan Sekolah Sabilillah di Sidoarjo karena terinspirasi dengan sekolah Sabilillah Malang.

”Saya dapat cerita dari teman ini (yang punya garis keturunan dari Ki Ageng Gribig), ternyata nama asli Ki Ageng Gribig itu Syek Abdur Rahman Al Maghribi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Malang Peduli Demokrasi (MPD) Imam Muslich menambahkan, hal yang tak kalah penting dalam merealisasikan gagasan ini adalah tempat parkir. Karena di kawasan makam Ki Ageng Gribig saat ini relatif sulit mencari tempat parkir yang luas.

”Tempat parkir ini penting agar saat ramai nanti bisa menampung kendaraan pengunjung,” ungkap Muslich.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru