alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Lumayan, Kunjungan Wisatawan JTP 2, Kota Batu Mulai Meningkat

KOTA BATU – Pengelola wisata Jatim Park 2 sudah bisa sedikit tersenyum. Sebab, jumlah wisatawan berangsur-angsur bertambah. Rata-rata per hari menembus 1.000 wisatawan. Jumlah ini memang masih jauh lebih sedikit dibandingkan dengan sebelum ada pandemi Covid-19. Namun, sudah cukup lumayan.

”Sekarang kurang lebih sudah ada 30 persen pengunjung. Tetap masih jauh dibanding waktu normal,” terang Guest Relation Officer Jatim Park (JTP) 2 Edo Mayranda kemarin (18/3). Kerinduan masyarakat akan keseruan berpariwisata akan segera terobati. Area-area favorit pelancong menjadi daya tarik tersendiri, seperti Museum Satwa. Di situ pengunjung bisa melihat ribuan hewan dari berbagai penjuru dunia yang diawetkan. Beragam jenis satwa ada di JTP 2. Sehingga wisatawan mendapat edukasi dari lokasi wisata ini. Wisatawan juga bisa berswafoto dengan background hewan yang telah disesuaikan pada alam aslinya.

Selain itu, ada beberapa wahana baru yang cukup digandrungi pelancong. Yaitu giant otter, snail coaster, dan catterpilar. Semua wahana yang ada bisa dikunjungi dengan bebas bila sudah membayar tiket masuk sebesar Rp 110 ribu. Pengunjung akan puas bermain dengan wahana yang sudah dipastikan aman dari virus Covid-19.

Pandemi juga tak mengganggu perawatan hewan yang ada. Kualitas pakan dan kesehatan tetap jadi prioritas utama. Ada tim dokter juga yang selalu mengecek kesehatan satwa. ”Kami selalu kontrol semua hewan. Kalau ada yang sakit pasti ditangani karena kami juga memiliki dokter,” ucapnya.

Membudi daya pakan hewan pun dilakukan pihak pengelola. Seperti penanaman tumbuhan maupun budi daya lele sebagai pakan. Alasannya adalah supaya kehidupan hewan tetap bisa terjamin meski di tengah pandemi yang sedang menerjang.

Keamanan dalam berwisata juga telah terbukti dari berbagai sarana protokol kesehatan (prokes) yang tersedia. Petugas siaga mengontrol prokes para pengunjung. Mereka selalu rutin berkeliling area untuk mengingatkan para pengunjung yang lalai. Di pintu masuk, wisatawan harus cek suhu badan. Jika ada pelancong yang merasa tidak sehat, petugas akan mengarahkannya ke ruang kesehatan.

Ada pula puluhan tempat cuci tangan yang dapat digunakan setiap saat. Banner-banner imbauan penjagaan prokes juga dipasang ke berbagai penjuru objek wisata. ”Kami selalu berkoordinasi dengan pihak terkait. Tujuannya agar para wisatawan bisa berkunjung dengan rasa aman dan pariwisata Kota Batu segera pulih,” harapnya.(rmc/wil/c1/abm)

KOTA BATU – Pengelola wisata Jatim Park 2 sudah bisa sedikit tersenyum. Sebab, jumlah wisatawan berangsur-angsur bertambah. Rata-rata per hari menembus 1.000 wisatawan. Jumlah ini memang masih jauh lebih sedikit dibandingkan dengan sebelum ada pandemi Covid-19. Namun, sudah cukup lumayan.

”Sekarang kurang lebih sudah ada 30 persen pengunjung. Tetap masih jauh dibanding waktu normal,” terang Guest Relation Officer Jatim Park (JTP) 2 Edo Mayranda kemarin (18/3). Kerinduan masyarakat akan keseruan berpariwisata akan segera terobati. Area-area favorit pelancong menjadi daya tarik tersendiri, seperti Museum Satwa. Di situ pengunjung bisa melihat ribuan hewan dari berbagai penjuru dunia yang diawetkan. Beragam jenis satwa ada di JTP 2. Sehingga wisatawan mendapat edukasi dari lokasi wisata ini. Wisatawan juga bisa berswafoto dengan background hewan yang telah disesuaikan pada alam aslinya.

Selain itu, ada beberapa wahana baru yang cukup digandrungi pelancong. Yaitu giant otter, snail coaster, dan catterpilar. Semua wahana yang ada bisa dikunjungi dengan bebas bila sudah membayar tiket masuk sebesar Rp 110 ribu. Pengunjung akan puas bermain dengan wahana yang sudah dipastikan aman dari virus Covid-19.

Pandemi juga tak mengganggu perawatan hewan yang ada. Kualitas pakan dan kesehatan tetap jadi prioritas utama. Ada tim dokter juga yang selalu mengecek kesehatan satwa. ”Kami selalu kontrol semua hewan. Kalau ada yang sakit pasti ditangani karena kami juga memiliki dokter,” ucapnya.

Membudi daya pakan hewan pun dilakukan pihak pengelola. Seperti penanaman tumbuhan maupun budi daya lele sebagai pakan. Alasannya adalah supaya kehidupan hewan tetap bisa terjamin meski di tengah pandemi yang sedang menerjang.

Keamanan dalam berwisata juga telah terbukti dari berbagai sarana protokol kesehatan (prokes) yang tersedia. Petugas siaga mengontrol prokes para pengunjung. Mereka selalu rutin berkeliling area untuk mengingatkan para pengunjung yang lalai. Di pintu masuk, wisatawan harus cek suhu badan. Jika ada pelancong yang merasa tidak sehat, petugas akan mengarahkannya ke ruang kesehatan.

Ada pula puluhan tempat cuci tangan yang dapat digunakan setiap saat. Banner-banner imbauan penjagaan prokes juga dipasang ke berbagai penjuru objek wisata. ”Kami selalu berkoordinasi dengan pihak terkait. Tujuannya agar para wisatawan bisa berkunjung dengan rasa aman dan pariwisata Kota Batu segera pulih,” harapnya.(rmc/wil/c1/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/