alexametrics
22.5 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Tak Ada Kalender Wisata Kabupaten Malang di 2021

MALANG – Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Malang meniadakan kalender wisata pada tahun 2021. Keputusan ini diambil karena pandemi Covid-19 belum usai.

Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara mengatakan, saat ini Pemkab Malang fokus pada lingkup kegiatan untuk penanganan Covid-19.

“Tahun ini tidak ada kalender wisata, kami tidak melaunchingnya, masih pandemi, kami lebih fokus untuk penanganan covid-19 di Kabupaten Malang,” ujar Made saat dikonfirmasi, Sabtu (20/2).

Ia menjelaskan, dengan absennya kalender wisata, maka kegiatan tahunan seperti larung sesaji, maupun event wisata lain dipastikan tidak ada. Pasalnya, kalender wisata memang selalu mendatangkan kerumunan massa yang berpotensi menimbulkan cluster Covid-19.

“Kalender wisata itu eventnya bertujuan mengenalkan potensi wisata, tapi jika ada wisatawan yang ingin berkunjung diperbolehkan tapi tetap menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.

Apalagi, Di tahun 2021 Pemerintah Kabupaten akan ada refocusing pada anggaran di beberapa Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) untuk penanganan covid-19 dilingkungannya.

“Nanti ada refocusing anggaran untuk covid-19, anggaran untuk Disparbud juga kena, untuk jumlahnya sendiri kita belum tahu berapa persen,” tutupnya.

Sebelumnya, Kabupaten Malang memiliki sejumlah kalender wisata baik taraf nasional maupun internasional. Salah satu agenda wisata unggulan adalah Malang Beach Festival (MBF) yang pada 2019 memasuki tahun ketiga.

Ada juga Grebeg Tirto Aji pada April, Petik Laut, festival upacara Karo Ngadas, festival 1 Suro, dan masih banyak lagi.

Pewarta : M. Ubaidillah

MALANG – Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Malang meniadakan kalender wisata pada tahun 2021. Keputusan ini diambil karena pandemi Covid-19 belum usai.

Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara mengatakan, saat ini Pemkab Malang fokus pada lingkup kegiatan untuk penanganan Covid-19.

“Tahun ini tidak ada kalender wisata, kami tidak melaunchingnya, masih pandemi, kami lebih fokus untuk penanganan covid-19 di Kabupaten Malang,” ujar Made saat dikonfirmasi, Sabtu (20/2).

Ia menjelaskan, dengan absennya kalender wisata, maka kegiatan tahunan seperti larung sesaji, maupun event wisata lain dipastikan tidak ada. Pasalnya, kalender wisata memang selalu mendatangkan kerumunan massa yang berpotensi menimbulkan cluster Covid-19.

“Kalender wisata itu eventnya bertujuan mengenalkan potensi wisata, tapi jika ada wisatawan yang ingin berkunjung diperbolehkan tapi tetap menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.

Apalagi, Di tahun 2021 Pemerintah Kabupaten akan ada refocusing pada anggaran di beberapa Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) untuk penanganan covid-19 dilingkungannya.

“Nanti ada refocusing anggaran untuk covid-19, anggaran untuk Disparbud juga kena, untuk jumlahnya sendiri kita belum tahu berapa persen,” tutupnya.

Sebelumnya, Kabupaten Malang memiliki sejumlah kalender wisata baik taraf nasional maupun internasional. Salah satu agenda wisata unggulan adalah Malang Beach Festival (MBF) yang pada 2019 memasuki tahun ketiga.

Ada juga Grebeg Tirto Aji pada April, Petik Laut, festival upacara Karo Ngadas, festival 1 Suro, dan masih banyak lagi.

Pewarta : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/